Seperti Apa Jalur AirAsia Versi Flightradar24 ?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pilot memperlihatkan kokpit pesawat terbaru AirAsia, Airbus A320 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada September 2008. ADEK BERRY/AFP/Getty Images

    Pilot memperlihatkan kokpit pesawat terbaru AirAsia, Airbus A320 di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada September 2008. ADEK BERRY/AFP/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Flightradar24 berhasil merekam jalur penerbangan pesawat AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501. Pesawat AirAsia jurusan Surabaya-Singapura ini berangkat pukul 05.36 WIB.

    Flightradar24 merupakan aplikasi yang mampu melacak penerbangan pesawat di seluruh dunia. Flightradar24 merekam pesawat AirAsia yang hilang kontak itu melintasi Laut Jawa dengan kecepatan 454 knot di ketinggian 26.650 kaki. (Baca: AirAsia Hilang Kontak, Adik Ahok Buat Posko)

    Dilihat dari arah penerbangan, AirAsia yang mengangkut 155 penumpang itu mengarah ke Singapura, tepatnya arah Pulau Belitung di bawah Kalimantan Tengah. Pesawat berbelok ke arah Pulau Belitung dengan kecepatan 471 knot di ketinggian 31.950 kaki. (Baca: AirAsia Benarkan Pesawatnya Hilang Kontak)

    Selanjutnya, pesawat melintasi Pulau Belitung dengan kecepatan 469 knot di ketinggian 32 ribu kaki. Saat itu Flightradar24 memberikan tanda pesawat dengan tanda tanya alias hilang dari pantauan Flightradar24.com. (Baca: Status AirAsia yang Hilang: Delayed)

    Menurut pantauan Flightradar24, saat itu ada dua pesawat di sekitar AirAsia QZ8501. Keduanya adalah pesawat SIA 265 jurusan Singapura-Brisbane dan Silkair SLK 176 dari Singapura. (Baca: Adik Ahok Cari Pesawat Hilang Kontak di Belitung)

    EVAN | PDAT (Sumber Diolah Tempo, Flightradar24)

    Topik terhangat:

    Banjir | Natal dan Tahun Baru | 10 Tahun Tsunami | ISIS | Susi Pudjiastuti

    Berita terpopuler lainnya:
    Golongan Listrik Ini Tak Disubsidi per 1 Januari
    Faisal Basri Sebut Harga Premium di 'Ruang Gelap' 
    Hujan Deras, di Mana Saja Titik Banjir Jakarta?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.