AirAsia Hilang Kontak, KNKT Lacak Radar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat AirAsia di Bandara Udara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur, pada Juli 2013. TEMPO/Abdi Purmono

    Pesawat AirAsia di Bandara Udara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur, pada Juli 2013. TEMPO/Abdi Purmono

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) saat ini menuju Bandara Juanda, Surabaya, dan Bandara Soekarno-Hatta untuk membantu pencarian pesawat AirAsia yang hilang kontak (lost contact). "Kami akan melihat tracking radar dari Surabaya," kata Ketua Subkomite Udara KNKT Masruri saat dihubungi Tempo, Ahad, 28 Desember 2014.

    KNKT akan meminta data radar untuk dianalisis. Jika AirAsia sudah ditemukan, KNKT segera menggelar investigasi. (Baca: Pesawat AirAsia Hilang Kontak)

    Pesawat AirAsia dengan nomor registrasi PK-AXC hilang kontak dalam perjalanan dari Surabaya menuju Singapura. "Saat mendekati Tanjung Pandan di ketinggian 34 ribu kaki," kata Direktur Keselamatan dan Standar AirNav Indonesia Wisnu Darjono. "Wagon Air 8501 Surabaya-Singapura," ujarnya.

    Wisni menuturkan AirAsia dijadwalkan tiba di Singapura pukul 07.20 WIB. Namun pesawat hilang kontak sebelum perbatasan Indonesia dengan Singapura. "Sampai saat ini, belum ada kontak."

    Pesawat jenis Airbus A320-200 ini membawa 155 penumpang, terdiri atas 138 orang dewasa, 16 anak, dan 1 bayi, serta 2 pilot, 3 awak kabin, dan 1 teknisi. Pesawat berangkat dari Surabaya pukul 06.36 WIB. Perjalanan dari Singapura ke Surabaya seharusnya memakan waktu 2 jam 20 menit. Pesawat diterbangkan oleh Kapten Irianto. (Baca juga: AiriAsia Hilang Kontak di 34 Ribu Kaki)

    MARIA YUNIAR

    Berita lain:
    Faisal Basri Sebut Harga Premium di 'Ruang Gelap' 
    Diprotes, Faisal Basri: Kita Bukan di Surga
    'Kebun Binatang' Migas Versi Faisal Basri 













     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.