Malu Impor Beras Vietnam, Ini Langkah Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri-kanan: PM Vietnam Nguyen Tan Dung, Presiden RI Jokowi, PM Malaysia Najib Razak, Presiden Myanmar Thein Sein, dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah berjalan menuju lokasi pertemuan ASEAN  ke-25 di Naypyitaw, Myanmar, 12 November 2014. AP/Gemunu Amarasinghe

    Kiri-kanan: PM Vietnam Nguyen Tan Dung, Presiden RI Jokowi, PM Malaysia Najib Razak, Presiden Myanmar Thein Sein, dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah berjalan menuju lokasi pertemuan ASEAN ke-25 di Naypyitaw, Myanmar, 12 November 2014. AP/Gemunu Amarasinghe

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam lawatan ke Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN Summit di Myanmar pada pertengahan bulan lalu, Presiden Joko Widodo mengalami peristiwa memalukan.

    Saat itu, Jokowi bertemu dengan Presiden Vietnam Truong Tan Sang. Bak seorang marketing tingkat tinggi, Sang menanyakan kepada Jokowi kapan akan mengimpor beras lagi dari negaranya. (Baca: Jokowi: Minta Apa pun Saya Beri, Asal Swasembada)

    "Saya geregetan sekali, negara yang sangat kaya dan luas seperti ini tetapi masih impor beras. Saya malu. Biar semua orang tahu," ujar Jokowi saat sambutan pada penghargaan Adhikarya Pangan Nasional di Balai Penelitian Tanaman Padi, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Jumat, 26 Desember 2014.

    Kepada para hadirin, baik masyarakat maupun sejumlah menteri dan kepala daerah, Jokowi menegaskan tekad pemerintah untuk melakukan swasembada pangan dalam tiga tahun. (Baca: Jokowi: Sawah Masih Luas, Beras Kok Impor)

    Jokowi mengatakan pemerintah akan mengambil target besar ini dan melakukan sejumlah upaya nyata untuk mewujudkannya. "Saya tidak mau ada pertanyaan itu lagi dari kolega atau presiden lainnya. Dalam tiga tahun, Indonesia harus jadi swasembada pangan, tidak boleh ditawar lagi," ujar Jokowi.  (Baca: Di Subang, Jokowi Serahkan Bantuan Traktor Petani)

    Menurut Jokowi, produksi padi tiap hektare masih rendah, yaitu berkisar 6 ton dan tidak mencapai 8 ton. (Baca: Janji Jokowi untuk Swasembada Pangan)

    Berikut ini lima syarat agar swasembada pangan bisa berlangsung seperti yang telah terjadi di sejumlah negara ASEAN lainnya, antara lain Vietnam.



    ::: Tersedianya irigasi untuk 3 juta hektare sawah.

    Dalam tiga tahun ke depan, pemerintah akan membangun 24 waduk dengan anggaran Rp 50 triliun di 12 provinsi. Saat ini 52 persen saluran irigasi rusak.

    ::: Penggunaan varietas unggul.

    Target 1 hektare sawah menghasilkan 8-12 ton beras. Saat ini, 1 hektare menghasilkan 4-6 ton beras.

    ::: Membuka 1 juta lahan sawah baru.

    Upaya mencegah konversi sawah. Pada 2014, luas sawah 6-7 juta hektare.

    ::: Indeks pertanaman tiga.

    Dalam satu tahun, sebidang lahan bisa ditanami hingga tiga kali. Saat ini indeksnya 1,6. Artinya, sebidang lahan hanya bisa ditanami 1,6 kali.

    ::: Distribusi dan subsidi pupuk serta modernisasi pertanian.

    Pemerintah siapkan anggaran Rp 2 triliun untuk kebutuhan ini.

    ::: Target produksi beras nasional di atas 43 juta ton per tahun.

    Tahun ini, produksi beras ditaksir tak sampai 40 juta ton.

    Naskah: Anton A/Kementerian Pertanian/BPS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.