2015, Apa Resolusi Menteri Susi?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang juga merupakan pemilik maskapai penerbangan Susi Air, berpose di atas pesawat Twin Star miliknya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 8 Februari 2007. dok TEMPO/Arie Basuki

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, yang juga merupakan pemilik maskapai penerbangan Susi Air, berpose di atas pesawat Twin Star miliknya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 8 Februari 2007. dok TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memiliki beberapa resolusi pada 2015. Susi berharap di tahun kambing kayu itu nelayan-nelayan Indonesia bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

    Menurut Susi, perairan Indonesia harus berdaulat dan kekayaannya bisa dirasakan oleh nelayan kecil. "Jangan sampai ada cerita pengusiran nelayan oleh kapal asing, seperti di Morotai. Itu tidak boleh terjadi lagi," kata Susi di Kantor Presiden, Rabu, 24 Desember 2014. Susi memiliki resolusi agar tugasnya lancar dan nelayan Indonesia bisa menuai rejeki yang lebih besar lagi. (Baca: Menteri Susi Minta KPK Bantu Basmi Maling Ikan.)

    Sejak dilantik, Susi menjadi menteri yang paling banyak disoroti publik. Beberapa terobosan dan idenya cenderung kontroversial. Salah satunya adalah mengusulkan Indonesia keluar dari kelompok negara perekonomian terbesar atau G-20. Susi mengatakan Indonesia seharusnya keluar dari organisasi G20, karena hanya menuai kerugian, terutama di sektor perikanan. (Baca: Membandingkan Rapor Menteri Susi dan Menteri Puan.)

    Namun Susi dipuji karena berani menenggelamkan sejumlah kapal asing yang tertangkap mencuri ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Dibantu TNI Angkatan Laut, kementeriannya meledakkan 3 kapal Vietnam di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Bersama TNI AL, Susi menenggelamkan dua kapal asal Papua Nugini.

    ANGGA SUKMAWIJAYA

    Berita Terpopuler
    Seknas Jokowi Sebut Sofyan Basyir Kasir Cikeas
    Paus Fransiskus 'Hajar' Pejabat Gereja Vatikan
    Epiwalk Milik Bakrie Menunggak Pajak Rp 8,8 M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.