Rini Bahas Calon Dirut PLN dengan Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rini Mariani Soemarno. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Rini Mariani Soemarno. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengatakan pengumuman Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara yang baru kemungkinan akan dilakukan nanti malam sekitar pukul 19.00 WIB. "Kalau enggak nanti malam, ya besok. Masih belum diputuskan," kata Rini ditemui di kantornya, Selasa, 23 Desember 2014.

    Rini mengaku akan berkonsultasi dengan Presiden Joko Widodo terlebih dahulu. "Kalau semua siap, insya Allah, nanti tempatnya di sini," ujarnya. (Baca: Sofyan Basyir Disebut Calon Kuat Bos PLN)

    Rini membantah jika proses pengumumannya ditunda. Menurut dia, apa yang terjadi saat ini merupakan bagian dari proses. Saat ditanya tentang calon pengganti Nur Pamudji, Rini enggan menjawabnya. "Saya enggak bisa dong ngomong siapanya," tutur Rini. (Lihat: Jelang RUPS PLN, Sofyan Basyir Muncul di BUMN)

    Saat ini posisi Direktur Utama PLN dijabat Nur Pamudji. Dia menduduki posisi itu sejak 1 November 2011 menggantikan Dahlan Iskan. Ia sebelumnya menjabat Direktur Energi Primer sejak Desember 2009. Selain Nur Pamudji, perusahaan setrum pelat merah tersebut juga memiliki delapan anggota direksi.

    Nur Pamudji dikabarkan sudah berkali-kali mengajukan pengunduran diri. Hal itu disampaikan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara sebelumnya, Dahlan Iskan. "Penggantian murni atas permintaan sendiri, karena merasa menjadi dirut, kok, tidak mampu membela anak buah yang menurut beliau sudah bekerja dengan benar,"‎ kata Dahlan kala itu. (Baca juga: PLN Berlakukan Tarif Baru 1 Januari 2015)

    Saat jabatan Menteri BUMN tak lagi diduduki Dahlan, Nur juga tak banyak bicara tentang posisinya. Beberapa kali ditanya ihwal rencana pengunduran dirinya, Nur selalu mengelak. "Sudah, bahas yang lain saja," ujar Nur di Kementerian BUMN beberapa waktu lalu. ‎

    FAIZ NASHRILLAH

    Terpopuler
    Ahok Makan Babi, Ibu-ibu di NTT 'Klepek-klepek'
    Penampakan Surga Dunia Menurut Jokowi
    Film Sutradara Indonesia Masuk Nominasi Oscar
    Lulung Cs Dapat Mobil Mewah
    Ahok 'Tebar' Duit Rp 20 Miliar di NTT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.