Industri Sepatu Lokal Hanya Dapat US$ 4 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengoleskan lem pada sol sepatu bot di industri rumahan Bandungrejosari, Malang, Jatim, 9 Oktober 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Pekerja mengoleskan lem pada sol sepatu bot di industri rumahan Bandungrejosari, Malang, Jatim, 9 Oktober 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Aliran fulus dari industri padat karya di seluruh dunia ke industri di Indonesia ternyata masih belum terlalu besar. “Untuk industri sepatu, Indonesia hanya dapat sekitar US$ 4 miliar, sedangkan tekstil sekitar US$ 12 miliar,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Anton Supit, di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal, Jakarta, Senin, 22 Desember 2014.

    Bahkan, kata Anton, perputaran uang yang mengalir ke industri padat karya dalam negeri ini masih kalah dibandingkan Vietnam. “Industri sepatu Vietnam di perdagangan bebas mencapai sekitar US$ 10 miliar, sedangkan tekstil US$ 24 miliar.” (Baca: Tahun Ini Ekspor Sepatu Ditargetkan Tembus US$ 3,9 Miliar)

    Anton menyebutkan, berdasarkan data, peluang uang yang mengalir di industri padat karya di seluruh dunia melalui perdagangan bebas adalah sekitar US$ 700 miliar. "Baik dari garmen, sepatu, atau tekstil," tuturnya.

    Meski begitu, Anton optimistis, target pemerintahan Joko Widodo untuk menciptakan lapangan pekerjaan dua juta per tahun tidak akan sulit dicapai. "Bila industri padat karya ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik," katanya. (Baca: Perancang Italia Untuk Sepatu Cibaduyut)

    Selain peningkatan lapangan pekerjaan, menurut dia, upaya untuk meningkatkan devisa juga dapat dilakukan melalui industri padat karya. "Industri padat karya bisa menjadi salah satu tumpuan pemerintah," tuturnya.

    Karena itu, untuk target ke depan, dalam jangka waktu lima tahun, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Persepatuan Indonesia, Harijanto, menargetkan bertambah dua kali lipat dari hasil awal tadi. "Tidak akan sulit kalau semua kendala tadi sudah terselesaikan," kata Herijanto. (Baca: Sepatu Cina Mulai Mahal, AS Beralih ke Indonesia)

    Apalagi, menurut Harijanto, Indonesia salah satu pemasok industri sepatu terbesar ketiga di pasar internasional setelah Cina dan Vietnam. "Ya walau masih kalah jumlahnya dengan mereka," ucapnya.

    Harijanto mengatakan, dengan pendapatan ekspor saat ini sekitar US$ 4 miliar, tenaga kerja yang diserap sekitar 800 ribu sampai satu juta orang. "Kalau target kami dua kali lipat berati tenaga kerja juga bertambah jadi sekitar dua juta," ujarnya. Sehingga tidak hanya meningkatkan ekspor tapi mengurangi jumlah pengangguran juga. (Baca: Amerika Bakal Bangun Dua Pabrik Sepatu di Indonesia )

    ODELIA SINAGA

    Berita terpopuler:
    Premium Dihentikan, Menteri Energi Tanya Rini Soemarno
    Anak Amien Minta Susi Bom Kapal Ikan Cina bila... 
    Politikus PAN Hitung Harga Premium Bisa Rp 6.500


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.