Sabtu, 17 November 2018

Silmy Karim Jadi Direktur Utama Pindad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekonom muda Silmy Karim dalam diskusi refleksi proklamasi kemerdekaan 45 bertema:

    Ekonom muda Silmy Karim dalam diskusi refleksi proklamasi kemerdekaan 45 bertema: "Pemurnian Kehidupan Berbangsa dan Bernegara", di Doekon Caffe, Jakarta, 13 Agustus 2011. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pindad (Persero) memiliki direktur utama baru, yaitu Silmy Karim. Pengangkatannya berlangsung di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara, BUMN, Jakarta, Senin, 22 Desember 2014.

    "Kini susunan dewan direksi telah lengkap," kata Deputi Bidang Usaha Industri Primer Kementerian BUMN, Muhamad Zamkhani. Dia berharap Silmy bisa memimpin Pindad memenuhi kebutuhan sistem persenjataan TNI dan Kepolisian Indonesia.

    Silmy berjanji memperkuat kemandirian industri pertahanan yang menjadi tugas pokok Pindad. "Dengan dukungan pemegang saham dan pemangku kepentingan di Kementerian Pertahanan, Kementerian BUMN, TNI, dan Polri, Pindad mampu merancang program peningkatan kapasitas produksi untuk pasar domestik," katanya, lewat rilis yang diterima Tempo, petang ini.

    Sebelum di Pindad, Silmy dikenal aktif bicara di berbagai forum dalam dan luar negeri sebagai pemerhati kebijakan dan isu-isu pertahanan. Silmy mengikuti pendidikan pertahanan di berbagai institusi seperti NATO School di Jerman, Harvard University di Amerika Serikat, Naval Post Graduate School di Amerika Serikat, dan George C. Marshall European Center for Security Studies di Jerman. Silmy melansir bukunya yang bertajuk “Membangun Kemandirian Industri Pertahanan” di Kampus Universitas Paramadina, Jakarta, awal November ini. "Jangan mau ketinggalan dari negara lain," kata Silmy.

    Silmy ditunjuk sebagai pengganti Sudirman Said yang kini menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. "Saudara Silmy memahami seluk-beluk Pindad dan industri pertahanan karena merupakan salah satu arsitek Komite Kebijakan Industri Pertahanan," kata Sudirman.

    REZA MAULANA

    Terpopuler:
    Faisal Basri: Premium Lebih Mahal dari Pertamax
    Jokowi Janjikan Eva Bande Bebas di Hari Ibu
    Jokowi Gampang Diobok-obok, Ini Sebabnya
    4 Rencana Menteri Susi yang Berantakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.