Anak Amien Minta Susi Bom Kapal Ikan Cina bila...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Asap mengepul dari dua kapal ikan ilegal berbendera Papua Nugini meledak ketika ditenggelamkan di Perairan Teluk Ambon, Maluku, 21 Desember 2014.  ANTARA/Izaac Mulyawan

    Asap mengepul dari dua kapal ikan ilegal berbendera Papua Nugini meledak ketika ditenggelamkan di Perairan Teluk Ambon, Maluku, 21 Desember 2014. ANTARA/Izaac Mulyawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Ahmad Hanafi Rais memuji kegagahan Menteri Susi Pudjiastuti saat menenggelamkan kapal asing yang masuk secara ilegal ke perairan Indonesia. Namun Hanafi menilai Menteri Kelautan dan Perikanan itu masih tebang pilih dalam menindak kapal-kapal asing tersebut.

    "Susi sudah gagah dengan menenggelamkan kapal Vietnam, namun gagap ketika berhadapan dengan Cina dan Jepang," ujar Hanafi saat dihubungi, Ahad, 21 Desember 2014. (Baca: Lindungi Kapal Vietnam, Menteri Susi Diprotes)

    Hanafi mengimbau Susi agar tidak loyo di tengah jalan. Selain berani pada negara kecil, Susi diminta tegas pada kapal-kapal yang berasal dari negara besar, seperti Cina. (Baca : Menteri Susi Intai 13 Kapal, TNI Tak Bergerak )

    Selain itu, Hanafi mengatakan kapal asing yang melanggar harus ditangkap, diberi denda ratusan kali lipat, lalu ditenggelamkan. Sanksi itu harus berlaku rata bagi kapal dari semua negara.

    Menurut putra dari Amien Rais ini, illegal fishing tidak akan berhenti selama keuntungan dari pencurian itu jauh lebih besar dari kerugian pelaku akibat kapalnya ditenggelamkan. "Susi harus memastikan sanksi yang mereka terima akan mengalahkan keuntungan dari illegal fishing tersebut," kata Hanafi.

    Seperti diketahui, Menteri Susi belakangan sangat aktif menenggelamkan kapal-kapal asing yang masuk tanpa izin ke lautan Indonesia. Tiga kapal penangkap ikan asal Vietnam telah ditenggelamkan oleh mantan Direktur Utama Susi Air itu. Hari ini rencananya TNI AL akan kembali menenggelamkan dua kapal asing pencuri ikan di Ambon.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

    Berita Terpopuler
    Ical, Lumpur Lapindo, dan Pemberi Harapan Palsu
    3 Dalih Pemerintah Jokowi Talangi Utang Lapindo
    Alasan TNI AL Tak Penuhi Permintaan Menteri Susi
    Ahmad Dhani Kembali Omeli Garuda


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.