Penenggelaman Kapal Dicibir, Begini Kata Susi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang TNI AL berjaga saat ditenggelamkannya Kapal Ikan berbendera Vietnam di Perairan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau, 5 Desember 2014. Penenggelaman kapal ini sesuai dengan instruksi Presiden, Jokowi untuk menindak tegas kapal ikan asing yang mencuri ikan di Indonesia. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Seorang TNI AL berjaga saat ditenggelamkannya Kapal Ikan berbendera Vietnam di Perairan Tarempa, Anambas, Kepulauan Riau, 5 Desember 2014. Penenggelaman kapal ini sesuai dengan instruksi Presiden, Jokowi untuk menindak tegas kapal ikan asing yang mencuri ikan di Indonesia. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Tindakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal asing menuai pro-kontra. Sebagian kalangan mencibir tindakan Susi, yang dinilai cuma berani menenggelamkan kapal kecil. (Baca juga: Penenggelaman Kapal Asing Tak Berdampak di Pantura)

    Menanggapi tuduhan itu, Susi mengatakan kapal-kapal yang ditenggelamkan ukurannya lebih besar dibanding milik nelayan lokal. Susi memberi contoh, kapal milik nelayan asing yang ditenggelamkannya memiliki bobot mati 70 gross tonnage (GT). Sedangkan rata-rata berat kapal nelayan lokal cuma 30 GT.

    "Di Cilacap, ukuran kapal cuma 30 GT. Di Pangandaran, kapal nelayan malah cuma memiliki berat 5-10 GT. Jadi, yang kami tenggelamkan cukup besar untuk ukuran perairan dan nelayan kita," ujar Susi di Yogyakarta, Rabu, 10 Desember 2014. (Baca juga: TNI AL Tenggelamkan Tiga Kapal Vietnam.)

    Susi meminta kalangan yang mempertanyakan tindakannya untuk membuktikan sendiri. Menurut Susi, para pencuri ikan kelas kakap tidak langsung menggunakan kapal besar dalam aksinya.

    Modusnya, tutur Susi, mereka mengirim kapal kecil yang kemudian menyerahkan hasil tangkapan ke armada besar yang menunggu di perbatasan. Susi memperkirakan, setiap tahun, negara dirugikan hingga Rp 300 triliun, karena sekitar 600-800 ton ikan dicuri kapal asing.

    PRIBADI WICAKSONO

    Berita Terpopuler
    Busyro: Menteri Susi Adalah Siti Hajar Abad Ke-21
    Militer Intimidasi Pemutaran Film Senyap di Malang
    Busyro Sebut Menteri Susi 'Hadiah' dari Jokowi 
    Menteri Susi: Berat Menghindari Korupsi  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.