Menteri Jonan Janjikan Insentif bagi Pesawat Besar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri perhubungan Ignasius Jonan sidak di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu 5 November 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Menteri perhubungan Ignasius Jonan sidak di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu 5 November 2014. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akan memberikan insentif bagi maskapai yang menggunakan pesawat berukuran besar. Insentif tersebut berupa potongan biaya mendarat atau landing fee sebesar 50 persen dari tarif normal. (Baca: Dua Bulan Jadi Menteri, Jonan Resmikan 20 Pelabuhan)

    Jonan mengatakan diskon landing fee akan diberikan bagi setiap pesawat yang mengangkut penumpang lebih dari 200 orang. Menurut Jonan, insentif ini menjadi cara untuk mengakali keterbatasan ruang udara, armada angkut, dan kapasitas bandara agar mampu menampung lonjakan penumpang. "Ini adalah langkah antisipasi sementara sambil menunggu landas pacu selesai dibangun," ujar Jonan dalam seminar Tempo Economic Briefing, Rabu, 10 Desember 2014.

    Menurut Jonan, saat ini ada 274 bandara. Dari jumlah tersebut, hanya 26 bandara yang dikelola PT Angkasa Pura. Di Indonesia timur, tutur Jonan, banyak bandara yang sulit didarati oleh pesawat berkapasitas besar. Akibatnya, daya angkut pesawat lebih rendah. "Karena itu, ongkos pesawat di daerah lebih mahal," katanya. Jika ada pesawat besar, ujar Jonan, ongkos tersebut akan turun.

    Saat ini pemerintah tengah merombak landasan pacu beberapa bandara agar bisa didarati pesawat besar. Pengembangan itu, antara lain, dilakukan di Bandara Kualanamu, Ngurah Rai, Juanda, dan Soekarno-Hatta. (Baca juga: Garuda-Myanmar Airways Berbagi Rute Penerbangan)

    ANDI IBNU

    Berita Terpopuler
    Amerika Dukung Menteri Susi Tenggelamkan Kapal 
    Terungkap, Rencana Transaksi Petral dan Sonangol 
    Direksi Baru Pertamina Tinggalkan Petral  



     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.