Harga Anjlok, 12.500 Ton Gula Petani Menumpuk di Gudang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gula pasir. ANTARA/Adhitya Hendra

    Ilustrasi gula pasir. ANTARA/Adhitya Hendra

    TEMPO.CO, Lumajang - Petani tebu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, merasa terpukul oleh anjloknya harga lelang gula hingga di bawah Rp 8 ribu per kilogram. Menurut Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Kabupaten Lumajang, Budi Susanto, dalam lelang pada Kamis pekan lalu, gula petani ditawar dengan harga Rp 7.543 per kilogram. "Padahal di pasaran harga gula saat ini sekitar Rp 9.300," kata Budi kepada Tempo, Rabu, 10 Desember 2014.

    Menurut Budi, harga lelang itu malah lebih rendah daripada harga pokok penjualan (HPP) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 8.500 per kilogram. Dalam kondisi yang makin terhimpit seperti itu, petani sebenarnya sudah melunak dan sepakat dengan harga Rp 8.100 per kilogram. Namun, dalam lelang, harga gula petani tetap dipatok Rp 7.543 per kilogram.

    Budi menjelaskan, untuk menghindari kerugian, para petani memutuskan tidak menjual gula mereka. Akibatnya, 12.500 ton gula petani di Lumajang saat ini menumpuk di gudang-gudang milik Pabrik Gula Jatiroto, yang merupakan anak perusahaan PTPN XI.

    Budi menyesalkan tidak adanya kesepakatan harga antara tim lelang PTPN XI dan petani sebagai peserta lelang. Karena itu, petani berniat menjual sendiri gula mereka. Namun niat itu diurungkan lantaran harga jual dari tingkat petani sangat mungkin lebih rendah. “Berdasarkan hitungan petani, jika dilepas di bawah Rp 8.000 per kilogram, petani akan rugi,” ujarnya, sembari mengatakan belum jelas hingga kapan petani di Lumajang menahan gulanya.

    Harga yang ditetapkan oleh tim lelang PTPN XI, kata Budi, berbeda dengan harga di daerah lain. Para petani di kawasan Pantai Utara Jawa ditawari harga Rp 7.900-8.000 per kilogram. Para petani pun bersedia menjual gula mereka.

    Kepala Gudang PG Jatiroto, Machrufin, mengatakan saat ini terdapat 42.000 kuintal atau 4.200 ton gula milik PG Jatiroto, yang disimpan di 16 gudang. Ditambah 12.500 ton gula milik petani, total gula yang ada di gudang mencapai 56.000 ton. “Seluruh gudang penuh dengan gula,” ucapnya.

    DAVID PRIYASIDHARTA

    Terpopuler

    Akhirnya Ical Mendukung Perpu Pilkada Langsung
    Lagi, Kubu Agung Tolak Ajakan Islah dari Ical 
    Ini Isi Kesepakatan Koalisi Prabowo-Demokrat
    Gerindra: Kami Harus Lebih Hati-hati dengan SBY
    Rahasia Jokowi Mencegah Pejabat Korupsi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.