Sperma Beku Indonesia Bisa Bersaing Internasional  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (tengah) berfoto bersama karyawan saat kunjungan ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, Jawa Timur, 6 Desember 2014. BBIB mempunyai tugas memproduksi dan mendistribusikan sperma/semen beku ternak unggul ke seluruh Indonesia.TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (tengah) berfoto bersama karyawan saat kunjungan ke Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Malang, Jawa Timur, 6 Desember 2014. BBIB mempunyai tugas memproduksi dan mendistribusikan sperma/semen beku ternak unggul ke seluruh Indonesia.TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidak banyak diketahui publik bahwa Indonesia kini sukses berswasembada benih semen beku, bahkan mampu mengekspor ke luar negeri. Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi salah satu pilar utama produksi benih ini. Setiap tahun, BBIB memasok semen atau sperma sapi yang dibekukan lewat teknik sexing untuk memenuhi kebutuhan nasional dan internasional. (Jusuf Kalla: Pemerintah Tetap Akan Impor Gula)

    Kepala BBIB Singosari Maidaswar mengatakan, untuk pasar domestik, 90 persen benih semen beku diserap pasar Jawa Timur. Mulai 2015, BBIB Singosari akan melakukan intensifikasi pemasaran ke Bengkulu, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sejumlah daerah di Pulau Sulawesi dan Pulau Kalimantan. (Sapi Impor Masuk Malang, Sapi Lokal Tetap Mahal)

    "Kami sekarang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, permintaan sejumlah negara pun terpenuhi," kata Maidaswar, Sabtu pekan lalu, sebelum menyambut kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla di BBIB Singosari, ditambah konfirmasi ulang lewat telepon pada Senin, 8 Desember 2014.

    Bersaing dengan Amerika Serikat dan Selandia Baru, BBIB Singosari berhasil memasarkan mani beku ke Kamboja, Myanmar, dan Afganistan sebanyak 1.000 dosis, serta Malaysia sebanyak 2.600 dosis. Sebelumnya, sepanjang 2005-2007, Malaysia membeli 7 ribu dosis mani beku dengan harga rata-rata US$ 5 per dosis. Dalam waktu dekat akan diekspor sekitar 24 ribu dosis semen beku ke Kazakhstan dan Kirgistan. (Malang Impor Sapi, Harga Daging Anjlok)

    Menurut Maidaswar, produk mani beku BBIB Singosari mempunyai daya saing internasional yang kuat karena berasal dari pejantan berkualitas internasional, bebas penyakit--terutama penyakit yang secara epidemik ada di negara-negara maju--,harga yang kompetitif, serta kesiapan pendampingan oleh tenaga ahli untuk kesuksesan aplikasi.

    Perihal harga, misalnya, semen beku dari BBIB Singosari di pasar nasional dibanderol Rp 7 ribu per dosis. Harga ini pun sudah disubsidi pemerintah. Semen beku dari BBIB Singosari dipasarkan ke luar negeri dengan harga US$ 3 per dosis, bila pembeli mau ambil langsung barangnya di Singosari.

    Jika semen beku diantar sampai ke negara pembeli, maka harga semen beku jadi US$ 7. "Harga dari kami masih lebih murah daripada harga internasional yang mencapai rata-rata US$ 30 per dosis," kata Maidaswar. (Stop Gula Impor, Jusuf Kalla: Mau Pakai Gula Apa? )

    Sejak berdiri pada 1982 hingga sekarang, BBIB Singosari memproduksi semen beku sebanyak 34.473.793 dosis yang senilai Rp 241 miliar lebih dan mendistribusikannya sebanyak 30.379.271 dosis yang senilai Rp 212,7 miliar sehingga sepanjang 32 tahun Indonesia menghemat duit untuk impor semen beku sebesar Rp 14,1 triliun.

    ABDI PURMONO

    Baca berita lainnya:
    Jokowi Tolak Sahkan Golkar Kubu Ical dan Agung

    Usul BPJS Jadi Kartu Subsidi, Anang Dibilang Lucu

    Christine Hakim: Ibarat di Film, Ahok Peran Utama

    Golkar Hengkang dari Koalisi Prabowo

    Munas Golkar di Ancol, Kubu Ical: Hentikan!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.