Faisal Basri Segera Membeberkan Petral

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Faisal Basri berbicara dalam diskusi bertajuk

    Faisal Basri berbicara dalam diskusi bertajuk "Transformasi Century ke Mutiara: Ada apa di Balik Bailout Bank Mutiara Rp 1,2 Triliun?" di Kafe Double Bay, Hotel Ibis, 2 Maret 2014. Tempo/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi akan menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah dalam dua minggu ke depan. "Sebelum akhir tahun, Tim Reformasi akan menyampaikan dua rekomendasi," katanya saat ditemui di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Ahad, 7 Desember 2014. (Baca: Pertamina Ngotot Pertahankan Petral)

    Tim Reformasi akan memberi rekomendasi berkaitan dengan cara perhitungan biaya bahan bakar minyak. "Agar masyarakat mudah memahami perhitungan harga BBM," ujarnya. Tim Reformasi juga memberikan rekomendasi tentang kedudukan dan peran PT Pertamina Trading Energy (Petral). (Baca: Isi Seminar, Faisal Basri dan Petral Bersahutan Soal Mafia Migas)

    Sudirman menilai tim pimpinan Faisal Basri tersebut telah mempunyai bekal untuk menganalisis tugasnya. Menurut dia, banyak informasi valid yang diterima Tim Reformasi saat menjalankan tugasnya. "Banyak informasi yang first hand (tangan pertama) diterima. Itu membuat pemerintah berkeyakinan, ke depan, akan ada perbaikan-perbaikan," katanya.

    Sudirman mengaku pemerintah membangun komunikasi intensif dengan Tim Reformasi sejak awal dibentuk. Menurut dia, semua perkembangan dan isu yang muncul selalu dibahas. Pemerintah, tutur dia, berterima kasih kepada Tim Reformasi yang telah menunjukkan dedikasinya dan kesungguhannya dalam menjalankan tugas. Selain itu, Said juga berterima kasih kepada masyarakat yang memberikan banyak informasi.

    "Saya kira, mulai hari ini dan ke depan, keriuhan di wilayah publik akan menurun, karena mereka akan lebih banyak di belakang meja untuk analisis dan diskusi secara tertutup," katanya.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.