Natal dan Tahun Baru, KAI Tambah 20 Kereta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pekerja menghitung balok bantalan rel di lintasan rel kereta api yang sedang dipersiapkan oleh PT KAI dalam program double-double track rute Cipinang-Bekasi di kawasan Klender Baru, Jakarta, 3 Desember 2014. ANTARA/OJT/ Irene Renata

    Seorang pekerja menghitung balok bantalan rel di lintasan rel kereta api yang sedang dipersiapkan oleh PT KAI dalam program double-double track rute Cipinang-Bekasi di kawasan Klender Baru, Jakarta, 3 Desember 2014. ANTARA/OJT/ Irene Renata

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Makmur Syaheran mengatakan KAI sudah menambah 20 rangkaian kereta untuk liburan Natal dan tahun baru 2015. "Sudah kami siapkan untuk kelancarannya," kata Makmur saat dihubungi, Minggu, 7 Desember 2014.

    Menurut Makmur, kereta tambahan itu akan beroperasi selama 17 hari mulai dari 20 Desember 2014 - 5 Januari 2015. "Ya, 20 kereta tambahan itu khusus beroperasi untuk Natal dan tahun baru," katanya. (Baca : Libur Natal, Penumpang Kereta Naik 3 Persen)

    Berdasarkan siaran pers KAI akhir November 2014, puncak libur Natal dan tahun baru diperkirakan pada Minggu, 28 Desember 2014. Sementara total penumpang diperkirakan mencapai 3.859.788 orang. Angka itu naik dibanding tahun lalu yang hanya 3.815.740 orang.

    Tiket kereta Natal dan tahun baru sudah bisa dipesan sejak 90 hari sebelum keberangkatan, yaitu mulai Rabu, 26 November 2014. Untuk harga tiket kereta semua kelas tanpa subsidi akan menggunakan skema tarif batas atas dan bawah. Ada pun untuk kereta ekonomi bersubsidi, tarif tetap selama angkutan Natal dan tahun baru 2015.

    Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sugiharjo mengatakan jumlah penumpang angkutan umum untuk masa libur Natal dan tahun baru 2015 diperkirakan mencapai 14 juta orang. Angka itu naik 4,8 persen dari tahun lalu yang hanya 13,2 juta orang.

    KHAIRUL ANAM

    Berita lain:
    Kalahkan Malaysia, Indonesia ke Final Axiata Cup
    Ini Daftar Pemenang FFI 2014
    'Sikap SBY Jadi Akar Masalah Perpu Pilkada'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.