Lagi, Pertamina Incar Blok Migas di Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Gedung Utama Kantor Pusat Pertamina. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang mengatakan perusahaan minyak dan gas pelat merah itu sedang mengincar akuisisi blok minyak di Malaysia. Akuisisi itu bisa menambah produksi minyak Pertamina sebanyak 40 ribu barel per hari. "Walaupun produksinya di Malaysia, tapi nggak perlu impor lagi karena itu bakal jadi milik kami," kata Bambang di Hotel Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2014.

    Menurut Bambang, tambahan itu di luar tambahan produksi minyak yang didapat dari Blok Sabah dan Serawak yang diakuisisi Pertamina dari Murphy Oil. Untuk akuisisi Murphy, kata dia, kini prosesnya tinggal menunggu persetujuan pemerintah Malaysia. "Bukan yang dengan Murphy. Satu lagi. Tapi nanti saja lah," katanya. (Baca juga: Jamin Suplai, Pertamina Jajaki Minyak Saudi Aramco)

    Saat ini, kata Bambang, produksi minyak Pertamina berada di angka 129 ribu barel per hari. Namun dia belum bisa merinci berapa angka produksi sampai awal Desember 2014. Adapun pemegang saham Pertamina sudah meminta agar produksi minyak dinaikkan.

    Pada awal Oktober lalu, Pertamina mengumumkan sedang merampungkan proses akuisisi atas 30 persen saham perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat, Murphy Oil Corporation, yang beroperasi di Malaysia yakni Murphy Sabah Oil Co Ltd dan Murphy Sarawak Oil Co Ltd. (Lihat juga: Pertamina Segera 'Upgrade' Lima Kilang Minyak)

    Transaksi pembelian saham itu dilakukan melalui anak usaha Pertamina di Malaysia, yakni PT Pertamina Malaysia Eksplorasi Produksi senilai US$ 2 miliar (Rp 24,3 triliun) secara tunai. “Kami sedang menyelesaikan pembelian ini,” kata juru bicara Pertamina, Ali Mundakir.

    Pembelian saham perusahaan pemegang hak eksplorasi pengeboran minyak lepas pantai di Sabah dan Serawak itu seiring target Pertamina untuk meningkatkan produksi. Ali menyatakan jual-beli itu efektif ditandatangani pada 1 Januari 2014 dan ditargetkan rampung pada kuartal I 2015. Adapun proses pembelian sudah berlangsung lama. (Berita terkait: Diberi Mahakam, Pertamina Bisa Masuk Fortune 50)

    Ali belum merinci dari mana sumber pendanaan perseroan dan bagaimana rencana bisnis perseroan atas transaksi akuisisi tersebut. Pada akhir 2013, total nilai ekuitas Pertamina sebesar US$ 17,28 miliar dengan nilai saldo kas setara kas pada akhir tahun sebesar USS$ 4,7 miliar.

    KHAIRUL ANAM

    Terpopuler :
    Tip PT Sritek Bayar Listrik dan BBM Murah
    MEA, Vietnam Pesaing Berat di Industri Farmasi
    BPK Temukan Kerugian Negara Rp 25,74 Triliun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.