Modal Asing Mendominasi Realisasi Investasi 2014

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan gedung bertingkat di kawasan Agung Podomoro Group, Jakarta, Kamis (19/11). Badan Koordinasi Penanaman Modal menargetkan pertumbuhan investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto) pada tahun 2010 bisa mencapai 15%. TEMPO/Tri Handiyatno

    Pembangunan gedung bertingkat di kawasan Agung Podomoro Group, Jakarta, Kamis (19/11). Badan Koordinasi Penanaman Modal menargetkan pertumbuhan investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto) pada tahun 2010 bisa mencapai 15%. TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal Azhar Lubis menyatakan bahwa realisasi investasi tahun 2014 didominasi oleh investor asing. Dari total investasi senilai Rp 342,7 triliun selama Januari-September 2014, sebanyak 66,6 persen disumbang oleh penanaman modal asing.

    "Sisanya baru dari penanaman modal dalam negeri," katanya dalam seminar Economic Outlook 2015 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, 3 Desember 2014. (Baca: BKPM: Realisasi Investasi Naik 16,8 Persen)

    Azhar menjelaskan realisasi investasi nasional sampai kuartal III 2014 itu naik 16,8 persen dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan data PricewaterhouseCoopers (PwC), sebanyak 57 persen investor besar dilaporkan akan meningkatkan investasinya di Indonesia. "Karena pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan hingga 5,8 persen. Berbeda dengan tahun ini yang hanya 5,1 persen," katanya. (Baca: Investasi Apartemen Dinilai Paling Menguntungkan)

    Untuk meningkatkan investasi, Azhar mengatakan akan melancarkan prosedur perizinan dari tingkat pusat hingga daerah. "Alurnya dari pusat, yakni mulai PTSP BKPM, lalu mengalir ke PTSP provinsi, PTSP kabupaten/kota, kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, dan kawasan ekonomi khusus," katanya. (Baca: PLTU Bunton di Cilacap Dibangun Tahun Depan)

    Adapun lokasi yang paling diminati investor untuk menanamkan modal adalah DKI Jakarta sebesar Rp 15,67 triliun, Banten Rp 11,97 triliun, Jawa Timur Rp 6,32 triliun, dan Jawa Barat Rp 3,7 triliun. Sedangkan di luar Jawa, seperti Kalimantan, masih tetap ada, tapi empat daerah tersebut yang masih mendominasi.

    TRI SUSANTO

    Terpopuler:
    Gubernur FPI Fahrurrozi Menunggak Iuran Warga
    KPK Iming-imingi Suryadharma Ali Diskon Hukuman
    Tentara Dibunuh karena Cabuli Anak Komandan Kodim? 
    Tiga Kecurangan Ical di Munas Golkar Bali  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?