BKPM: Realisasi Investasi Naik 16,8 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Area pembangunan Indonesia International Exhibition & Convention Centre (IIECC) di Kawasan BSD City, Serpong, Tangerang, (17/10). Investasi yang ditanamkan untuk pembangunan IIECC ini sebesar 2,1 triliun. TEMPO/Amston Probel

    Area pembangunan Indonesia International Exhibition & Convention Centre (IIECC) di Kawasan BSD City, Serpong, Tangerang, (17/10). Investasi yang ditanamkan untuk pembangunan IIECC ini sebesar 2,1 triliun. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal Asing Badan Koordinasi Penanaman Modal Azhar Lubis menyatakan bahwa realisasi investasi nasional selama Januari-September 2014 mencapai Rp 342,7 triliun. Angka ini naik 16,8 persen dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu.

    "Realisasi investasi tersebut didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) yang mencapai 66,6 persen," ujar Azhar dalam seminar Economic Outlook 2015 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, 3 Desember 2014. (Baca: Indonesia Ingin Tingkatkan Perdagangan dengan UEA)

    Adapun lokasi yang paling tinggi diminati investor dalam berinvestasi masih didominasi Pulau Jawa. Pada urutan pertama adalah DKI Jakarta sebesar Rp 15,67 triliun, Banten Rp 11,97 triliun, Jawa Timur Rp 6,32 triliun, dan Jawa Barat Rp 3,7 triliun. "Luar Jawa seperti Kalimantan masih tetap ada, namun empat daerah di Jawa itu tetap yang masih mendominasi," kata Azhar.

    Azhar menjelaskan, berdasarkan data PricewaterhouseCoopers (PwC) 2014, sebanyak 57 persen investor besar dilaporkan akan meningkatkan investasinya di Indonesia. "Karena pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun depan hingga 5,8 persen. Berbeda dengan tahun ini yang hanya 5,1 persen," katanya. (Baca: Investasi Apartemen Dinilai Paling Menguntungkan)

    Untuk meningkatkan investasi, Azhar mengatakan akan melancarkan prosedur perizinan dari tingkat pusat hingga daerah. Alurnya dari pusat lalu mengalir ke PTSP provinsi, PTSP kabupaten/kota, kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas, serta kawasan ekonomi khusus," katanya. (Baca: RI Potensial Jadi Pusat Pengolahan Ikan Dunia)

    TRI SUSANTO SETIAWAN

    Terpopuler:
    Gubernur FPI Fahrurrozi Menunggak Iuran Warga
    KPK Iming-imingi Suryadharma Ali Diskon Hukuman
    Tentara Dibunuh karena Cabuli Anak Komandan Kodim? 
    Tiga Kecurangan Ical di Munas Golkar Bali  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.