Diberi Mahakam, Pertamina Bisa Masuk Fortune 50

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sugiharto. TEMPO/Ramdani

    Sugiharto. TEMPO/Ramdani

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Sugiharto mengatakan target Pertamina mencapai Top 50 Fortune Global--daftar 50 perusahaan dengan nilai pendapatan terbesar di dunia--bisa tercapai pada 2025. Target itu bisa terwujud jika ladang minyak dan gas bumi Blok Mahakam diberikan ke Pertamina.

    "Teman-teman saya bilang target itu bisa kalau Mahakam dipercayakan ke Pertamina," kata Sugiharto saat memberi sambutan dalam Pertamina Energy Outlook 2015 di Ritz-Carlton Hotel, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2014. (Baca juga: Ditunggu-tunggu, Jokowi Tak Muncul di Pertamina)

    Menurut Sugiharto, Blok Mahakam akan menjadi pemicu pertumbuhan pendapatan Pertamina. Dia mengaku terharu ketika Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said telah mengatakan Pertamina akan menjadi operator Mahakam setelah 50 tahun dikuasai oleh Total E&P, perusahaan minyak asal Prancis. "Beliau (Menteri Sudirman) akan hadir di sini. Silakan curhat ke beliau," ujar Sugiharto.

    Pada 2013, Pertamina menempati peringkat ke-122 dalam daftar Fortune Global 500. Tahun lalu, mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan menargetkan Pertamina masuk Top 50 Fortune Global pada 2025. (Lihat juga: Ini Nama-nama Direksi Baru Pertamina)

    Adapun terkait dengan Blok Mahakam, kontrak Total akan habis pada 2017. Kementerian ESDM menyatakan akan menyerahkan pengelolaan Blok Mahakam ke Pertamina dengan syarat perusahaan pelat merah itu wajib menjadi operator dan pemegang saham mayoritas.

    KHAIRUL ANAM


    Terpopuler:
    Isi Seminar, Faisal Basri dan Petral Bersahutan Soal Mafia Migas 
    Premium Naik, Shell dan Total Diserbu 
    Tip PT Sritek Bayar Listrik dan BBM Murah

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.