Ramai Window Dressing, IHSG Bakal Menguat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Rosa Panggabean

    Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia kemungkinan menguat pada hari ini, Rabu, 3 Desember 2014. Analis dari LBP Enterprises, Lucky Bayu Purnomo, mengatakan penguatan indeks menjelang penutupan tahun ditopang oleh aksi poles laporan keuangan atau window dressing para emiten.

    "Menjelang tahun baru dan di tengah pergantian pemerintah baru, pelaku pasar memiliki banyak harapan. Emiten pun berlomba melakukan window dressing," kata Lucky kepada Tempo. (Baca: Isu Harga BBM Masih Dorong Indeks Saham.)

    Lucky memperkirakan IHSG akan bergerak pada interval 5.190 hingga 5.200. Menurut dia, indeks akan menguat bersamaan dengan laporan surplus neraca perdagangan Oktober sebesar US$ 20 juta. Laporan tersebut membuat investor semakin optimistis terhadap prospek ekonomi domestik.

    Membaiknya neraca perdagangan membuat IHSG bertahan pada tren positif di tengah gejolak ekonomi global, Bursa Asia cenderung bergeral variatif akibat data kinerja manufaktur Cina yang turun dari 50,8 ke level 50,3 serta tingkat pengangguran di Eropa berada pada level 11,5 persen. (Baca: BI Rate Naik, Saham-saham Ini Rawan Terkoreksi.)

    Namun, kata Lucky, fundamental ekonomi domestik masih dalam masa konsolidasi setelah kenaikan harga bahan bakar. Dampak kenaikan harga BBM akan terasa pada tiga bulan ke depan. Saham yang direkomendasikan Lucky untuk dikoleksi hari ini antara lain Astra Internasional (ASII), Bank Mandiri (BMRI), Bank BRI (BBRI), PT Aneka Tambang (ANTM), dan Medco Energi International Tbk (MEDC).

    ALI HIDAYAT

    Berita Terpopuler
    Gubernur FPI Fahrurrozi Menunggak Iuran Warga
    Hari Ini, Gubernur FPI Batal Blusukan
    KPK Iming-imingi Suryadharma Ali Diskon Hukuman

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.