Bea-Cukai Tunggu Hasil Penyelidikan Kapal Sea Jade

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agung Kuswandono. TEMPO/Imam Sukamto

    Agung Kuswandono. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Bea dan Cukai menyatakan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau masih menyelidiki siapa di balik kapal tanker MT Sea Jade yang mencoba menyelundupkan minyak mentah Indonesia ke Malaysia pada Kamis, 27 November 2014. "Kami serahkan ke Polda biar diselidiki siapa yang punya, siapa bekingnya," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono di Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 2 Desember 2014.

    Menurut Agung, Bea-Cukai tak bisa memaksa-maksa Polda karena penyelidikan kepolisian bersifat independen. Agung juga mengaku tak bisa berbuat banyak kalau proses penyelidikan berlangsung lama. "Bagaimana lagi? Tapi pasti nanti kami umumkan kalau sudah," ujarnya. (Baca: Penyelundupan BBM, Sofyan Djalil: Akibat Subsidi)

    Kamis pekan lalu, Bea-Cukai menangkap kapal tanker MT Sea Jade yang coba menyelundupkan minyak mentah Indonesia. Menurut Agung, kapal berbendera Papua Nugini itu berangkat dari wilayah Indonesia timur menuju Palembang. Setelah dari Palembang, tutur Agung, tanker itu seharusnya mengakhiri perjalanan di kilang PT Pertamina (Persero) di Balongan, Indramayu, Jawa Tengah. Namun kapal berbelok ke East OPL Malaysia-Singapura. "Nah, ditangkapnya di perairan Lingga-Bintan, Kepulauan Riau," kata Agung.

    Berdasarkan laporan petugas Bea-Cukai yang menangkap kapal, ujar Agung, tanker itu membawa crude oil sebanyak 980 ton. Kapal dan minyak mentahnya, tutur Agung, kini sudah ditahan di kantor Bea-Cukai Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Sedangkan nakhoda dan anak buah kapal diurus Polda Kepulauan Riau. (Baca: Menteri Susi Bakal Larang Alih Muatan Barang di Laut)

    KHAIRUL ANAM

    Terpopuler
    Fahrurrozi, Gubernur Jakarta Tandingan Versi FPI 
    FPI Pilih Gubernur Jakarta Fahrurrozi. Siapa Dia?
    Jokowi Larang PNS Priyayi, Meme Lucu Bertebaran 
    Kubu Agung 'Main Mata' dengan Peserta Munas Bali 
    FPI: Kami Punya Gubernur Baru  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.