Jatim Diklaim Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pelabuhan melintasi kontainer berisi produk Hortikultura (bawang) di kawasan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, (20/3). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Petugas pelabuhan melintasi kontainer berisi produk Hortikultura (bawang) di kawasan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu, (20/3). TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Surabaya - Provinsi Jawa Timur diklaim paling siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA yang akan berlaku pada pengujung 2015. Alasannya, posisi perdagangan luar negeri provinsi tersebut dengan negara-negara di ASEAN tercatat surplus.

    Badan Pusat Statistik Jawa Timur mencatat neraca perdagangan dominan provinsi ini ke lima negara ASEAN. "Perdagangan Jawa Timur ke Kamboja, Laos, Myanmar, Vietnam, dan Malaysia leading," kata kepala BPS Jatim M. Sairi Hasbullah, Senin, 1 Desember 2014. (Baca berita sebelumnya: Indonesia Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN)

    Sairi mencontohkan, nilai ekspor non-migas Jawa Timur ke Malaysia pada Oktober 2014 sebesar US$ 93,5 juta atau meningkat 9,65 persen dibanding pada September yang hanya US$ 85,2 juta. "Untuk ekspor dari Januari-Oktober 2014, total senilai US$ 891,2 juta atau naik 5,88 persen dibanding Januari-Oktober 2013 sebesar US$ 814,6 juta," ujar Sairi.

    Dibanding ke Malaysia, perdagangan Jawa Timur ke Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam lebih meningkat. "Oktober ini saja, ekspor kita mencapai US$ 87,2 juta, jauh lebih besar dibanding impornya senilai US$ 18,7 juta. Mayoritas barang-barang yang diekspor adalah komoditas industri, seperti elektronik, kertas, makanan, dan minuman," tuturnya. (Baca: Masyarakat Ekonomi ASEAN Sulit Dicapai Tahun Depan)

    Meski masih kalah bersaing dengan Thailand dan Singapura, Jawa Timur diperkirakan mampu bersaing pada era MEA mendatang. Asalkan, kata Sairi, pola perdagangan mampu mempertahankan posisi surplus ke negara-negara yang sudah dikuasai tersebut. "Kita tidak perlu khawatir, karena Jawa Timur adalah salah satu pusat industri nasional," ujar Sairi.

    Namun penerapan non-tariff barrier, menurut dia, memungkinkan gerakan terobosan besar di bidang investasi oleh negara-negara tetangga, sehingga bisa mempengaruhi dominasi perdagangan. "Itu sangat tergantung agresivitas masing-masing negara," tuturnya. (Baca pula: 3 Syarat Jokowi Agar Pasar Bebas ASEAN Sukses)

    Inflasi Jawa Timur pada November 2014 sebesar 1,38 persen atau lebih rendah dibanding inflasi nasional yang mencapai 1,50 persen. Sedangkan inflasi kalender secara kumulatif sebesar 5,27 persen dan perbandingan year-on-year 5,85 persen.

    ARTIKA RACHMI FARMITA

    Berita Terpopuler:
    Ini Tempat Bercokol Mafia Migas 
    Beri Kredit ke Orang Mati, Ini Kata Danamon
    Tiket Kereta Ekonomi Ludes hingga Awal Januari 
    Pesan Tiket Kereta Sekarang, Kena Tarif Baru
    Tiga Prioritas Dirut Pertamina Baru


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.