INKA Suntik Saham ke Anak Usaha  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kereta ekonomi AC PT Inka. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Ilustrasi Kereta ekonomi AC PT Inka. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - PT INKA (Persero) menambah kepemilikan saham pada anak usahanya, PT Railindo Global Karya. Dengan suntikan ini, jumlah saham INKA di PT Railindo bertambah, dari 49 persen menjadi 95 persen. ‎

    Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT INKA Mohamad Nur Sodiq mengatakan akuisisi ini dilakukan untuk mempermudah pengembangan PT RGK. "Banyak hal strategis yang tidak bisa kami lakukan sendiri. Akuisisi di atas 90 persen dilakukan dalam rangka akselerasi transfer trading," kata Sodiq dalam keterangan tertulisnya, Senin, 1 Desember 2014. Tujuan lain adalah pembagian pekerjaan ke PT RGK bisa kita laksanakan tanpa harus melalui mekanisme tender. (Baca: Direktur KAI Pamerkan Kereta Baru)

    Sebelum dilakukan akuisisi, komposisi pemegang saham PT RGK masing-masing dimiliki oleh PT INKA sebanyak 49 persen, koperasi (40 persen), dan Yayasan Keluarga Besar INKA (11 persen). Saat ini komposisi kepemilikan saham ‎PT RGK mayoritas dikuasai oleh INKA, yakni sebesar 95 persen. Sedangkan 5 persen sisanya dimiliki Yayasan Keluarga Besar INKA. (Baca: Railbus Batara Kresna Dibiarkan Mangkrak)

    ‎PT RGK merupakan anak perusahaan yang berkedudukan di Madiun. Perusahaan ini merupakan pendukung pemasok barang dan jasa yang mampu memenuhi kebutuhan QCDS PT INKA (Persero) serta mengembangkan bisnis pelayanan dan retail.‎

    Bagi jajaran direksi baru, kata Sodiq, akuisisi ini akan menjadi tantangan besar. Jika tahun ini nilai penjualan tercatat Rp 40 miliar, perseroan menargetkan penjualan minimal Rp 150 miliar pada tahun depan. "Kami saat ini sedang mengerjakan tiga proyek dengan nilai hampir Rp 175 miliar," katanya.

    Menurut Sodiq, akuisisi ini sudah disetujui dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT RGK yang diadakan sejak Jumat, 28 November 2014. RUPSLB tersebut juga menghasilkan keputusan mengganti direksi PT RGK. "Direktur Utama yang sebelumnya dijabat oleh Anton Lutfi Rahmani digantikan oleh Ng Made Punarbawa, yang sebelumnya menjabat General Manager Finishing PT INKA. ‎(Baca: Tiap Tahun, Indonesia Butuh 10 Kereta Baru)

    FAIZ NASHRILLAH

    Terpopuler:
    Jokowi Diserang Media Malaysia, Ini Pembelaan Susi
    Yorrys: Ical Bikin Partai Lapindo Jaya Saja  
    Media Malaysia Berbalik Puji Jokowi
    Jokowi Tampak Mulai Kedodoran Soal Hukum 
    Di Balik Kehadiran Prabowo Cs di Munas Ical


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.