Kapal Thailand Curi Ikan, Susi Panggil Dubes

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memegang pipi seorang anak nelayan, dalam kunjungan mendampingi Presiden Joko Widodo ke perkampungan nelayan Kelurahan Malabro, Kota Bengkulu, 26 November 2014. ANTARA/Boyke LW

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memegang pipi seorang anak nelayan, dalam kunjungan mendampingi Presiden Joko Widodo ke perkampungan nelayan Kelurahan Malabro, Kota Bengkulu, 26 November 2014. ANTARA/Boyke LW

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menyatakan telah bertemu dengan Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Paskorn Siriyaphan. Pertemuan tersebut membahas pencurian ikan di perairan Indonesia oleh kapal-kapal nelayan milik asing. (Baca: Malaysia Stop Ekspor Ikan ke Singapura)

    Pada Jumat, 21 November 2014, Menteri Susi bersama Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo mengumumkan pemerintah telah menangkap lima kapal asing ilegal di Laut Natuna, Kepulauan Riau. Kapal-kapal itu akan ditenggelamkan untuk memberikan efek jera.

    Menurut Susi, empat dari lima kapal asing itu berasal dari Thailand. Setelah penangkapan, Susi meminta pengusaha perikanan di Thailand tak menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia. "Saya menyampaikan ke Duta Besar Thailand agar jangan melakukan apa pun. Do more nothing," ujar Susi dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin media massa di kantornya, Senin, 1 Desember 2014. (Baca: Waspadai Pencurian Ikan, Polisi Jaga Tepi Laut)

    Menurut Susi, dalam pertemuan tersebut, Siriyaphan menyatakan tak keberatan bila pemerintah Indonesia bertindak tegas terhadap kapal asing yang kedapatan mencuri ikan. "Dubes Thailand menyatakan silakan kalau mau ditindak secara hukum," tutur Susi. Akibat illegal fishing, kata Susi, potensi kerugian yang dialami Indonesia mencapai US$ 15-20 miliar.

    Padahal sektor perikanan, ujar Susi, seharusnya bisa menjadi andalan bagi Indonesia. Dengan garis laut terpanjang kedua di dunia, ekspor ikan Indonesia hanya menduduki peringkat kelima di ASEAN. Ironisnya, "Harga ikan di Indonesia mahal sekali," tuturnya.

    Dalam wawancara khusus dengan Tempo beberapa waktu lalu, Susi menyatakan siap menenggelamkan kapal pencuri ikan untuk mengatasi hal ini. Susi mengaku geram dengan aktivitas pencurian ikan. Susi siap mengerahkan pesawat Susi Air miliknya untuk mengebom kapal asing itu satu per satu. "Asalkan presiden kasih perintah, saya lakukan dengan senang hati," ujar Susi.

    GRACE GANDHI | DEVY ERNIS

    Berita Terpopuler
    Jokowi Diserang Media Malaysia, Ini Pembelaan Susi
    Yorrys: Ical Bikin Partai Lapindo Jaya Saja 
    Golkar Pecah, Agung Tutup Pintu Islah dengan Ical 
    Media Malaysia Berbalik Puji Jokowi
    Dukung Agung Laksono, Yorrys Raweyai Juga di Bali
    Di Balik Kehadiran Prabowo Cs di Munas Ical


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.