GINSI Minta Penurunan Tarif Bongkar Muat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI) meminta tarif bongkar muat barang diturunkan hingga 30 persen.Menurut Ketua Umum GINSI, Amirudin Saud, tarif bongkar muat sebesar Rp 28 ribu per ton terlalu tinggi, sementara produktivitas mereka adalah 20 ton per jam. Ini sudah berlangsung selama 25 tahun jadi sudah konvensional," ujarnya.Oleh karena itu, selain meminta penurunan tarif bongkar muat, GINSI juga meminta peningkatan produktivitas menjadi 36 ton per jam.Sementara pihak Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia (APBMI) meminta kenaikan mekanik dan kenaikan bea peralatan masing-masing sebesar 20 persen dengan alasan kenaikan BBM. Permintaan APBMI tersebut ditolak GINSI.Riska

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).