Pimpin Pertamina, Dwi Soetjipto Lakukan Efisiensi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari kiri: Rini Soemarno (Menteri BUMN), Dwi Sutjipto (Direktur Utama Pertamina), dan Sudirman Said ( Menteri ESDM). TEMPO/Tony Hartawan

    Dari kiri: Rini Soemarno (Menteri BUMN), Dwi Sutjipto (Direktur Utama Pertamina), dan Sudirman Said ( Menteri ESDM). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto mengatakan dirinya memiliki beberapa prioritas dalam memimpin perusahaan minyak dan gas milik negara ini. "Sesuai dengan arahan presiden agar Pertamina memberi kontribusi dalam kemandirian ekonomi bangsa," kata Dwi di kantornya, Ahad 30 November 2014. (Baca: Target Bos Baru Pertamina, Tembus Lagi Fortune 500).

    Hal yang menjadi prioritas Dwi antara lain menciptakan dan meningkatkan nilai tambah di Pertamina. Dwi juga berniat melakukan efisiensi baik dalam produktivitas maupun sistem bisnis. Salah satunya adalah aktivitas eksplorasi maupun eksploitasi yang lebih efisien.

    Prioritas ketiga Dwi adalah transparansi dalam bisnis Pertamina. Dia berjanji akan lebih terbuka dalam menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan bisnis Pertamina, mulai dari cara, posisi Pertamina, hingga pesaing-pesaing yang dihadapi. "Agar masyarakat bisa lebih memahami kondisi yang terjadi."

    Dua hari setelah penunjukannya sebagai Direktur Utama Pertamina, Dwi punya target besar. Mantan Direktur PT Semen Indonesia ini yakin Pertamina bisa masuk 50 besar dalam daftar perusahaan terbaik dunia versi majalah ekonomi Fortune atau Fortune 500. "Posisinya bisa 50 besar," kata Dwi. (Baca juga: Masuk Daftar Fortune 500, Pertamina Syukuran).

    Pertamina masuk dalam daftar Fortune 500 pertama kali pada 2013. Saat itu Pertamina berada di peringkat ke-122. Pertamina pun menjadi perusahaan asal Indonesia pertama yang masuk jajaran korporasi kelas Fortune 500. Pada 2014, Pertamina masih bercokol di daftar Fortune 500, tapi posisinya merosot ke nomor 123. (Baca juga: Jadi Bos Pertamina, Apa Prestasi Karen Agustiawan?).

    GUSTIDHA BUDIARTIE

    Berita Terpopuler
    Kata Ruhut Soal Saling Sindir Jokowi-SBY
    Fadli Zon: Lulusan SD Juga Bisa Naikkan Harga BBM
    Siapa Pollycarpus, Eksekutor Pembunuhan Munir?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.