Menteri ESDM: Direksi Pertamina Tentukan Kinerja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan Pertamina merupakan perusahaan besar. Kinerja perusahaan ini akan ditentukan oleh pemimpinnya. "Karena itu ketika memilih, Presiden Joko Widodo dan kami melakukan yang terbaik dalam menentukan pimpinan dirut Pertamina," kata Sudirman dalam konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 28 November 2014. (Baca: Dwi Soetjipto Resmi Dirut Pertamina)

    Dia berpesan, dirut Pertamina yang baru harus terus melakukan pembenahan. "Menata organisasi di Pertamina, mengusulkan tim yang ideal seperti apa, tim yang kompak dan satu visi," kata dia. (Baca: Calon Dirut Pertamina, Dwi Pakai Kostum ala Jokowi)

    Dwi Soetjipto akhirnya terpilih sebagai Direktur Utama Pertamina menggantikan Karen Agustiawan. Proses pemilihan telah berlangsung beberapa waktu lalu dengan melibatkan banyak pihak, termasuk Kementerian BUMN dan ESDM, walau keputusan akhir tetap di tangan Presiden. (Baca: Ini Alasan Jokowi Pilih Dwi Soetjipto)

    Pengumuman dirut Pertamina dilakukan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta. Menteri BUMN Rini Soemarno mengumumkan langsung Dirut Pertamina didampingi oleh Menteri ESDM, Sudirman Said dan Dwi Soetjipto. Ketika konferensi pers, ketiganya kompak memakai kemeja putih lengan panjang dengan celana panjang hitam.

    ODELIA SINAGA

    Berita Terpopuler:
    Pertimbangan MK Jika Jokowi Dimakzulkan
    Jurus Saling Kunci Jokowi dengan Koalisi Prabowo
    Usulan Ditolak, Ahok: Bu Mega Senyum-senyum Saja
    Kisruh Golkar, Akbar Ingin Bertemu Agung
    Ini Isi Surat Anas dan Akil ke Kepala Rutan KPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).