Dana Dinas Dipotong, Menkeu Minta Maaf ke Pebisnis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Sofyan Djalil (tengah) berbincang dengan Gubernur BI Agus Martowardojo (kiri) dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kanan) sebelum rapat kordinasi terkait kenaikan bbm di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis 20 November 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    Menko Perekonomian Sofyan Djalil (tengah) berbincang dengan Gubernur BI Agus Martowardojo (kiri) dan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kanan) sebelum rapat kordinasi terkait kenaikan bbm di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis 20 November 2014. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro meminta maaf kepada pengusaha penerbangan dan perhotelan berkaitan dengan pemangkasan anggaran perjalanan dinas pemerintah. (Baca: Pemangkasan Anggaran Mungkin di Bawah Rp 100 T)

    "Mungkin kebijakan ini akan berdampak kepada Anda semua, tapi ini harus kami lakukan," kata Bambang dalam acara Indonesia Investment Forum 2014 yang diadakan Euromoney Conference di Hotel Grand Hyatt, Rabu, 26 November 2014.

    Mendengar ucapan Bambang, para pengusaha yang hadir dalam seminar itu tertawa sambil bertepuk tangan. Selain soal anggaran dinas, Bambang juga menjelaskan alasan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, realokasi subsidi BBM, dan prediksi ekonomi nasional tahun 2015. Dalam seminar itu, hadir pula beberapa investor asing.

    Pemangkasan anggaran dinas dilakukan Presiden Joko Widodo untuk tahun anggaran 2015. Jokowi memangkas anggaran perjalanan dan rapat seluruh kementerian dan lembaga negara yang mencapai Rp 41 triliun. "Saya perintahkan untuk dipotong menjadi Rp 25 triliun," ujar Jokowi. (Baca juga: Anggaran Dipangkas, Dahlan Hapus Perjalanan Dinas)

    Menurut Jokowi, hingga pengujung 2014, anggaran perjalanan dinas dan rapat hanya mencapai Rp 22 triliun. Karena itu, Jokowi menganggap anggaran Rp 25 triliun cukup untuk membiayai perjalanan dinas dan rapat kementerian tahun depan. "Menurut saya, itu sudah lebih dari cukup," tutur Jokowi. 

    TRI ARTINING PUTRI


    Berita Terpopuler
    Grup Bakrie Minta Penundaan Utang Rp 16,7 Triliun 
    Sofyan Djalil: Tidak Enak Jadi Menteri Saat Ini 
    Lelang Agribisnis Bukukan Transaksi Rp 1,6 Triliun 
    Impor Garam, Indonesia Rugi Rp 1,5 Triliun  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.