Basmi Mafia Migas, Sudirman Pilih Gabung ke OPEC  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said memiliki banyak cara untuk membasmi mafia di sektor minyak dan gas. Salah satunya dengan membawa Indonesia kembali bergabung dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

    Menurut Sudirman, masauknya Indonesia ke OPEC sangat penting untuk memberantas mafia migas. Sebab, informasi mengenai stok minyak dengan harga murah bisa diperoleh anggota OPEC. (Baca juga: Sudirman Said Kejar Mafia Migas ala Al Capone)

    Apalagi, kata Sudirman, selama ini para mafia migas memanfaatkan minimnya informasi mengenai sumber minyak alternatif, sehingga mereka bisa mengeruk keuntungan dari sumber-sumber tertentu. "Salah satu cara membasmi mafia adalah dengan mendapatkan sebanyak mungkin alternatif stok," kata Sudirman dalam wawancara dengan Tempo, Rabu, 19 November 2014.

    Jika bergabung dalam OPEC, Sudirman mengutarakan keyakinannya, Indonesia bisa menjalin hubungan yang lebih luas dengan negara-negara produsen minyak. Saat ini, kata dia, terjadi ketimpangan informasi karena Indonesia tidak mengetahui persediaan minyak milik negara-negara lain. (Baca: 3 Modus Baru Mafia Migas Versi Faisal Basri )

    "Kalau kita di dalam (OPEC), kita tahu negara A punya kelebihan minyak sekian, kita bisa bilang, 'Buat kita, dong,'" ujarnya. 

    Sudirman berniat menjajaki kerja sama dengan negara-negara produsen minyak, seperti Brunei Darussalam, Arab Saudi, dan Iran. Sudirman mengatakan bakal menyatakan niat Indonesia bergabung dalam OPEC dalam sidang pada Desember 2014. Apabila diterima, dia berharap Indonesia dapat ditunjuk sebagai peninjau. (Baca: Jokowi Prioritaskan Berantas Mafia Migas)

    BERNADETTE MUNTHE | URSULA FLORENE 

    Berita Terpopuler
    10 Tahun Presiden, SBY Bakar Subsidi BBM Rp 1.300 T
    Sam Pa, Surya Paloh, dan Kerajaan Neraka 
    Jokowi Jadi Idola di Malaysia  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ekspor Benih Lobster, dari Susi Pudjiastuti hingga Edhy Prabowo

    Kronologi ekspor benih lobster dibuka kembali oleh Edhy Prabowo melalui peraturan menteri yang mencabut larangan yang dibuat Susi Pudjiastuti.