Cara Unik Menteri Amran Bantu Petani  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Brebes - Menteri Pertanian Amran Sulaiman punya cara unik dalam menyaring aspirasi dan menegosiasikan kebutuhan petani dengan pejabat terkait. Ketika bertemu dengan sejumlah petani di Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Amran hanya lima menit mendengarkan permintaan petani yang disampaikan Sekretaris Kelompok Tani Harapan Makmur, Makmun, di sawah tepi Sungai Cisanggarung.

    Setelah itu, Amran langsung tawar-menawar dengan Bupati Brebes Idza Priyanti dan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Brebes, Budiharso. Tidak ada pidato panjang-lebar menggunakan pengeras suara. (Baca: Sidak Penampungan TKI, Menteri Hanif Lompat Pagar)

    "Oke, kami akan bantu saluran irigasi di sini pada 2015. Asalkan Bu Bupati bisa mengalirkan airnya dari sungai (Cisanggarung). Ibu setuju? kata Amran yang mengenakan caping untuk berlindung dari teriknya sinar matahari, Kamis, 20 November 2014. Sebab, di lokasi kunjungannya sengaja tidak didirikan tenda dan spanduk ucapan selamat datang. (Baca: Pidato Kocak Bupati Tegal)

    Idza dan Budiharso kompak menjawab sanggup. Amran lantas bertanya kepada petani cara mengalirkan air dari Sungai Cisanggarung ke sawah melewati tanggul yang tinggi dan tebal. "Dengan pompa air, Pak. Kami butuh tiga pompa," kata Makmun. (Baca: Walhi: Menteri Amran Punya Tambang Emas)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).