RI Hemat 30 Juta Euro dari Bahan Uang Kertas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan Bank memerlihatkan uang Rupiah Kertas Pecahan Rp. 100.000 Tahun Emisi 2014 dengan frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (kanan) di Makassar, 18 Agustus 2014. TEMPO/Fahmi Ali

    Karyawan Bank memerlihatkan uang Rupiah Kertas Pecahan Rp. 100.000 Tahun Emisi 2014 dengan frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (kanan) di Makassar, 18 Agustus 2014. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Kudus - Direktur Paper Mill Pura Group Purnama Setiawan menyatakan, hingga saat ini, bahan baku uang kertas Indonesia sebagian besar dari perusahaan asing. Di antaranya dari Inggris dan Jerman setelah memenangi tender.

    Menurut Purnama, kalau semua bahan baku uang kertas Indonesia berasal dari dalam negeri, penghematan uang negara lumayan besar. "Bisa mencapai 30 juta euro (sekitar Rp 456 miliar)," katanya kepada Tempo di Kudus, Jawa Tengah, Rabu, 19 November 2014.

    Namun, untuk bisa menghemat uang negara dari bahan kertas impor itu, menurut Purnama, bukan hal gampang. Ia menilai pemerintah Indonesia tidak berpihak pada industri kertas dalam negeri.

    Untuk itu, Purnama berharap pemerintahan yang baru lebih mengutamakan industri dalam negeri untuk memasok bahan baku uang kertas. "Sampai kapan asing yang menang terus? Mereka jadi tahu dong jumlah uang kita yang beredar," tuturnya.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


    Terpopuler
    Amien, Mantan Petinggi KPK, Pimpin SKK Migas
    Saat Ahok Dilantik di Istana, Ini Langkah FPI  
    Cerita Tes Keperawanan yang Bikin Polwan Pingsan
    Ruhut: Lawan Jokowi, DPR Gantung Diri  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.