Apa Prioritas Amien Sunaryadi di SKK Migas?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amin Sunaryadi. TEMPO/Nita Dian

    Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amin Sunaryadi. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi memprioritaskan pembenahan proses kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, serta sistem industri hulu migas. Pembenahan tersebut meliputi proses internal di SKK migas, proses interaksi SKK migas dan kontraktor kontrak kerja sama (K3S) serta proses K3S dengan para kontraktor. (Baca: Jadi Wakil Ketua KPK, Harta Amien Rp 600 Juta)

    "Supaya ada equal treatment agar keputusan yang diambil bisa cepat sehingga ada kepastian. Saya yakin teman-teman di industri hulu migas butuh kepastian," katanya di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rabu, 19 November 2014. (Baca: Rekam Jejak Amien Sunaryadi di Berbagai Lembaga)

    Jika kepastian usaha dapat ditingkatkan hingga level tinggi, kata dia, maka pebisnis yang berada di Indonesia tidak segan-segan berinvestasi. Investasi tersebut akhirnya mendorong eksplorasi, produksi dan peningkatan lifting minyak. (Baca: Amien Sunaryadi Lawan Korupsi Sejak di STAN)

    Amien mengatakan, di Indonesia terdapat 300 perusahaan K3S yang mendapat kontrak untuk kegiatan eksplorasi dan produksi. K3S tersebut mendapat dukungan lebih dari 1500 kontraktor. Dalam hubungan K3S dengan kontraktor ini, kata dia, tercatat transaksi yang sangat banyak setiap tahunnya. Untuk itu, Amien menjanjikan proses kepastian usaha yang jelas tetapi berprinsip pada kehati-hatian. (Baca: Menteri Energi: Amien Sunaryadi Seorang Pejuang)

    Untuk mendukung pembenahan proses, Amien mengatakan, dilakukan perombakan kelembagaan SKK Migas. "Mungkin strukturnya diubah, sistem manajemen keuangannya juga dibenahi karena sistem manajemen keuangan SKK Migas melekat dengan APBN," katanya. (Baca juga: Amien, Mantan Petinggi KPK, Pimpin SKK Migas)

    ALI HIDAYAT

    Topik terhangat:

    Jokowi Vs BBM Subsidi | Profesor Nyabu | Ahok Dilantik Jadi Gubernur

    Berita terpopuler lainnya:
    Ceu Popong Ajukan Pertanyaan 'Bodoh' di Paripurna
    Subsidi BBM ke Sektor Produktif, Ekonom UGM: Bohong
    Ibas Bandingkan Kenaikan BBM Era SBY dan Jokowi
    Jokowi: Jangan Tangkap Kapal Pencuri Ikan, tapi...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.