Resep Amien Sunaryadi Benahi Masalah Hulu Migas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amin Sunaryadi. TEMPO/Nita Dian

    Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Amin Sunaryadi. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi mengatakan telah mengobservasi penurunan produksi minyak dan gas beberapa waktu terakhir. Dengan modal itu Amien memiliki agenda prioritas untuk menjalankan tugasnya di SKK Migas.

    Ditemui di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rabu, 19 November 2014, Amien mengatakan pembenahan izin dan pembebasan lahan untuk kegiatan eksplorasi menjadi agenda prioritas. Masalah ini, kata dia, memerlukan koordinasi pemerintah pusat dan daerah. "Paling tidak itu saya sudah paham," kata dia. (Baca juga: Mantan Wakil Ketua KPK Jadi Calon Kuat Kepala SKK Migas)

    Amien mengklaim telah memiliki cara untuk menyelesaikan masalah itu, namun menolak untuk menjelaskan. Yang jelas, kata dia, Presiden Joko Widodo menugasinya untuk mengembalikan kepercayaan publik dan pelaku industri hulu migas terhadap SKK Migas. Setelah mendapatkan kepercayaan publik, kata dia, SKK dapat mendorong peningkatan lifting sehingga mampu mengembalikan kedaulatan energi.

    Amien Sunaryadi dikenal publik setelah menjabat Wakil Ketua KPK periode 2003-2007. Sebelum menjadi pimpinan KPK, pria yang memiliki keahlian di bidang akuntansi dan analisis keuangan ini menjabat Kepala Subdirektorat Pengawasan Khusus Kelancaran Pembangunan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

    ALI HIDAYAT

    Berita Terpopuler
    BEM Indonesia Akan Turunkan Jokowi
    Ceu Popong Ajukan Pertanyaan 'Bodoh' di Paripurna
    Subsidi BBM ke Sektor Produktif, Ekonom UGM: Bohong


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.