Rachmat Gobel: Penimbun Sembako Terancam Penjara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel saat melakukan sidak di Pasar Induk Beras, Cipinang, Jakarta, 6 November 2014.  TEMPO/Dasril Roszandi

    Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel saat melakukan sidak di Pasar Induk Beras, Cipinang, Jakarta, 6 November 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel memantau harga dan persediaan kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional setelah pemerintah memberlakukan pencabutan sebagian subsidi bahan bakar minyak (BBM). (Baca juga: Harga BBM Melambung, BI Rate Naik Jadi 7,75 Persen)

    Rachmat mengancam para spekulan yang menaikkan harga dan menimbun barang di luar kewajaran dengan sanksi penjara dan denda. Menurut Rachmat, dalam Undang-Undang Perdagangan Nomor 7 Tahun 2014 disebutkan  bahwa para penimbun barang kebutuhan pokok terancam penjara paling lama lima tahun. "Ada juga denda Rp 50 miliar," katanya, Rabu, 19 November 2014.

    Rachmat mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Intelijen Negara, kepolisian, dan institusi terkait lain untuk mengantisipasi gejolak harga akibat ulah spekulan. Selain itu, dia mengatakan akan terus meninjau pasar-pasar tradisional. Dia menjamin pasokan bahan pokok mencukupi. (Baca: Pedagang Pilih Tak Naikkan Harga Daging Sapi)

    Pada Selasa malam, 18 November 2014, Rachmat meninjau Pasar Tanah Tinggi, Tangerang. Pada Rabu sore, Rachmat akan mengajak para pemimpin redaksi media massa untuk meninjau Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

    PINGIT ARIA

    Berita Terpopuler
    BEM Indonesia Akan Turunkan Jokowi 
    Beda Jokowi dan SBY dalam Umumkan Kenaikan BBM 
    Ceu Popong Ajukan Pertanyaan 'Bodoh' di Paripurna 
    Subsidi BBM ke Sektor Produktif, Ekonom UGM: Bohong

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).