TNI Siaga Hadapi Mogok Massal Organda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa SMP menaiki truk Dalmas yang terlantar akibat angkutan umum melakukan aksi mogok di Indramayu, Jawa Barat, 18 November 2014.  TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Sejumlah siswa SMP menaiki truk Dalmas yang terlantar akibat angkutan umum melakukan aksi mogok di Indramayu, Jawa Barat, 18 November 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Mayor Jenderal Fuad Basya mengatakan institusinya telah bersiaga menghadapi aksi mogok massal yang akan dilakukan Organisasi Angkutan Darat (Organda) hari ini. “TNI stand by hadapi mogok massal Organda,” ujar Fuad saat dihubungi, Rabu, 19 November 2014. (baca: Angkutan di Yogyakarta dan Solo Bakal Mogok Operasi)

    Menurut Fuad, TNI memberlakukan status siaga untuk menjaga keamanan dan membantu warga sipil dalam hal transportasi. Fuad mengatakan akan terus berkoordinasi dengan kepolisian yang bertugas penuh menjaga kelancaran demonstrasi. “Bila membutuhkan tambahan pasukan personel, kami sudah stand by.” (Baca: Tarif Blue Bird Bisa Naik 20 Persen karena BBM)

    Ihwal bantuan transportasi, TNI akan bekerja sama dengan pemerintah daerah. “Pemda yang mengatur alokasi transportasi. Namun, bila dibutuhkan, kami juga sudah siap,” ujar Fuad. Namun, menurut Fuad, hingga kini TNI belum menerima permintaan bantuan dari kepolisian dan pemerintah daerah. (Baca juga: Operator Truk Tanjung Priok Tak Ikut Mogok)

    Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat Eka Sari Lorena menyatakan seluruh angkutan anggota Organda akan menggelar aksi mogok massal nasional pada hari ini. Seluruh armada dilarang keluar pul. “Kami akan berhenti beroperasi dari Sabang sampai Merauke,” kata Eka.

    MITRA TARIGAN

    Terpopuler
    BEM FE UI Dukung Kenaikan Harga BBM Bersubsidi
    Ahok: Warga Jakarta Tinggal di dalam Sungai
    Blusukan, Ahok Tak Gunakan Voorijder


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.