Naikkan Tarif di Atas 10 Persen, Begini Sanksinya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi angkutan umum. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi angkutan umum. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perhubungan menetapkan kenaikan tarif angkutan umum sebesar 10 persen sebagai bentuk penyesuaian terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. (Baca: Angkutan Umum Mogok, Ini Komentar Menteri Jonan)

    Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan telah menyiapkan sanksi bagi operator yang melanggar ketentuan tersebut.

    "Jika ada yang memberatkan masyarakat, kami akan cabut izin operasinya," kata dia di kantornya, Selasa, 18 Desember 2014. Sugihardjo mengimbau semua operator angkutan umum untuk melaksanakan aturan pemerintah dan mengedepankan layanan kepada masyarakat. (Baca: Sopir Mikrolet dan Bus Kota Naikkan Tarif Rp 1.000)

    Juru bicara Kementerian Perhubungan, Julius Adravida Barata, menambahkan, angkutan umum yang melanggar ketentuan tarif akan dijatuhi sanksi sesuai dengan tingkat pelanggarannya. Hukuman yang diterima pelanggar mulai dari sanksi administratif berupa peringatan, teguran, pelarangan operasi, pelarangan pengembangan usaha, hingga pembekuan usaha.

    Menteri Perhubungan Ignatius Jonan mengatakan telah menampung aspirasi pengusaha angkutan dengan mengusulkan pemberian insentif fiskal maupun nonfiskal. Pemberian insentif akan disampaikan ke lembaga terkait seperti Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri. (Baca: Menteri Jonan: Tarif Angkutan Naik 10 Persen)

    ALI HIDAYAT

    Berita Terpopuler
    Islah DPR, Pramono Anung Sindir Fadli Zon
    Ahok Didoakan Jadi Mualaf di Muktamar Muhammadiyah
    Jokowi: Harga BBM Naik Rp 2.000 Per Liter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.