Indonesia Segera Bebaskan Visa ke 5 Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mark Zuckerberg memotret pemandangan matahari terbit dari atas Candi Borobudur, Jawa Tengah, 12 Oktober 2014. Facebook.com/Mark Zuckerberg:The Youngest Billionaire In the World

    Mark Zuckerberg memotret pemandangan matahari terbit dari atas Candi Borobudur, Jawa Tengah, 12 Oktober 2014. Facebook.com/Mark Zuckerberg:The Youngest Billionaire In the World

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan membebaskan visa bagi lima negara. Pembebasan visa diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

    "Dengan membuka bebas visa bagi lima negara, diharapkan ada tambahan sekitar 450-500 ribu wisatawan baru masuk Indonesia," kata Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo setelah menghadiri acara US-Indonesia Investment Summit di Hotel Mandarin Oriental, Rabu, 12 November 2014.

    Di hadapan para peserta pertemuan, Indroyono mengatakan pembebasan visa dilakukan bagi warga negara Cina, Australia, Jepang, Korea Selatan, Rusia. Pada 2015, pemerintah menargetkan kunjungan 10 juta turis asing, dan pada 2019 meningkat menjadi 20 juta turis asing.

    Pembebasan visa, tutur Indroyono, selain bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, juga diharapkan bisa menghasilkan devisa hingga US$ 450 miliar per tahunnya. Alasannya, pariwisata adalah sektor yang langsung menyentuh masyarakat.

    Selain pembebasan visa, pemerintah juga akan memberikan kemudahan bagi masuknya kapal-kapal layar, yacht, mega yacht, dan kapal wisata ke Indonesia. Kemudahan ini dilakukan agar wisatawan bisa masuk ke daerah dengan mudah. "Kalau mereka ke Bali, mampir dong ke Lombok, Labuan Bajo, atau Banyuwangi," kata Indroyono.

    Dia berharap kepala daerah rajin melakukan promosi tujuan wisata daerah masing-masing. "Kami buka kesempatan ini. Gubernur, wali kota, dan bupati, mari berkapanye sama-sama. Mereka yang promosi," ujar Indroyono.

    AMIRULLAH

    Baca juga:
    Tiga Tokoh Ini Disoraki Penonton
    Menteri Susi: Saya Beruntung DPR Kisruh 
    Rizieq: Dia Ajak Berunding, Kami Mau Ahok Turun
    Strategi Besar Kubu Jokowi di Balik Islah DPR
    Jadi Buron Polisi, Susi Dimintai Duit Rp 100 Juta  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.