Aksi Jokowi di APEC Dorong Indeks Saham

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pegawai Bursa Efek Indonesia mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, 20 Oktober 2014. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    Pegawai Bursa Efek Indonesia mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, 20 Oktober 2014. ANTARA/OJT/Dyah Dwi Astuti

    TEMPO.CO , Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia berhasil naik (rebound) setelah bergerak fluktuatif selama sepekan. Saham-saham lapis utama (blue chip) pada sektor infrastruktur dan perbankan yang sudah tertekan seminggu belakangan, seperti TLKM, PGAS, BMRI, BBRI, dan BCA, menjadi pendorong laju indeks.

    Pada perdagangan Selasa, 11 November 2014. IHSG menguat 67 poin atau 1,3 persen ke level 5.032,28. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih Rp935 miliar. Menurut Kepala Riset Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, investor memanfaatkan banyaknya kehadiran sentimen positif untuk melakukan aksi beli. (Baca: APEC, Indonesia Jadi Sasaran Investasi Para CEO).

    Menurut Purwoko, investor terpengaruh oleh ekspektasi pertemuan Presiden Joko Widodo dengan ratusan pemimpin perusahaan dunia di forum APEC CEO. Aksi Jokowi —panggilan akrab Joko Widodo— yang mempromosikan peluang investasi di Indonesia, terutama pada sektor kemaritiman dan transportasi, membangun keyakinan akan peningkatan pembangunan infrastruktur pada tahun-tahun mendatang. “Pertemuan Jokowi dengan CEO dunia mempengaruhi minat investor atas saham infrastruktur,” ujarnya. (Baca: Obama, Jokowi yang Ambisius, dan Mitra Luar Biasa).

    Purwoko mempekirakan, IHSG akan kembali bergerak positif pada hari ini, Rabu, 12 November 2014. Ada kemungkinan indeks berada dalam kisaran level 4.990-5.070. Di tengah ketidakpastian rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi dan terbatasnya peluang kenaikan saham-saham blue chips, Purwoko menyarankan agar investor memperhatikan saham-saham lapis kedua, seperti ELSA, ADHI, dan WIKA. “Karena ruang penguatannya sudah terbatas, saham blue chip kurang menarik dikoleksi dalam situasi sekarang.”

    MEGEL JEKSON

    Berita Terpopuler
    Obama Pilih Jokowi, Bukan Putin atau Xi Jinping 

    Obama Sapa Jokowi: 'Aku Ngantuk' 

    Akhirnya Iriana Widodo Tampil di APEC







     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.