Di APEC, Rachmat Gobel Sentil Rusia dan Australia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel, memanfaatkan pertemuan Organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC Ministerial Meeting/ AMM), di Beijing, Cina, untuk melakukan gebrakan.

    Dalam pertemuan itu, Gobel menemui Menteri Ekonomi Pembangungan Rusia, Alexei Ulyukayev dan Menteri Perdagangan dan Investasi Australia, Andrew Robb. (Baca juga: APEC, Indonesia Jadi Sasaran Investasi Para CEO).

    Kepada mereka, Rachmat menjamin dukungan pemerintahan Joko Widodo terhadap investasi asing di Indonesia. Tapi, kepada Rusia, Gobel meminta Rusia untuk mengikuti standar internasional pada sektor pertanian, khususnya minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/ CPO). Seperti diketahui, Indonesia dan Rusia sempat bersitegang soal perdagangan CPO. "Rusia akan berusaha mencarikan solusi dengan kementerian terkait," kata Rachmat melalui siaran pers, Selasa, 11 November 2014. (Baca: CPO Dicekal Rusia, RI Siap Banding).

    Kepada perwakilan Australia, Rahcmat menyoroti masalah perdagangan rokok. Dia mengingatkan Australia agar kebijakan kemasan polos yang mereka terapkan ditinjau kembali. Sebab, kebijakan yang disebut plainpackaging itu memberikan dampak buruk bagi sektor industri rokok di Indonesia, "Terutama sektor tembakau, cengkeh,serta kertas," katanya. (Baca juga: Obama Pilih Jokowi, Bukan Putin atau Xi Jinping).



    ALI HIDAYAT

    Berita Terpopuler
    Obama Pilih Jokowi, Bukan Putin atau Xi Jinping 

    Obama Sapa Jokowi: 'Aku Ngantuk' 

    Akhirnya Iriana Widodo Tampil di APEC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara