Omset E-Commerce Bisa Naik Lima Kali Lipat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lazada.co.id

    Lazada.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Lazada.com Fung Fuk Lestario mengatakan bisnis perdagangan online atau e-commrce di Indonesia masih sangat menggiurkan. Fung memprediksi omset e-commerce bisa meningkat setiap tahun, dari Rp 200 juta menjadi Rp 1 miliar atau lima kali lipat. "Pangsa pasar di Indonesia masih terbuka luas," kata dia di Jakarta, Selasa, 11 November 2014. (Baca juga: Perkuat Pasar Indonesia, ZTE Gandeng Lazada).

    Saat ini, masih ada 70 juta penduduk yang belum bisa mengakses internet. Fung menilai hal tersebut sebagai pasar yang masih harus dikejar. Apalagi, menurut dia bisnis online di Indonesia masih minim pesaing. Jumlah pemain besar hanya lima, sementara pasar yang ingin digapai masih cukup luas. (Baca juga: Kata Bos Facebook Soal Internet di Indonesia).

    Fung Ia menuturkan, prospek perdagangan elektronik atau e-commerce di Indonesia baru memasuki tahap awal. Dia yakin di masa mendatang Indonesia akan menjadi lahan yang subur untuk bisnis ini. (Baca juga: Tiga Tip Bos Facebook untuk Internet Murah).

    Meski demikian, Fung menilai bisnis online tidak akan menggeser toko konvensional, Sebab, perdagangan elektronik masih terbentur dengan kendala audio visual. "Ada ruang yang terbatas pada penyajiannya. Namun itu saja masih belum tergarap rapi," ujarnya. (Baca juga: Zuckerberg Puji Kampanye Internet ala Jokowi).

    Fung mengatakan pemerintah perlu umendorong penggunaan akses internet yang berkualitas kepada masyarakat untuk meningkatakan daya saing. Dia menilai pemerintah perlu mendorong kemudahan akses internet di Indonesia.

    AMOS SIMANUNGKALIT

    Berita Lainnya
    Bahasa Inggris Jokowi Dipuji
    Bertemu Obama, Jokowi Berbahasa Indonesia
    Hasut Massa Tolak Ahok, Bos FPI Terancam Pidana
    Jokowi Pamer Pengalaman 30 Tahun ke Obama


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.