Gobel Temui Lima Menteri Perdagangan Asia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi (tengah), memperkenalkan Duta besar Indonesia untuk RRC merangkap Mongolia, Soegeng Rahardjo (kiri), kepada Presiden Xi Jinping di Beijing, 9 November 2014. Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko Prekekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Wakil Ketua DPD GKR Hemas. ANTARA/Rini Utami

    Presiden Jokowi (tengah), memperkenalkan Duta besar Indonesia untuk RRC merangkap Mongolia, Soegeng Rahardjo (kiri), kepada Presiden Xi Jinping di Beijing, 9 November 2014. Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Andi Widjayanto, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menko Prekekonomian Sofyan Djalil, Menteri Perdagangan Rahmat Gobel, dan Wakil Ketua DPD GKR Hemas. ANTARA/Rini Utami

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel melakukan sejumlah pertemuan bilateral dengan menteri-menteri perdagangan dari Malaysia, Hong Kong, Selandia Baru, Singapura, dan Korea Selatan. Pertemuan itu dilakukan di sela-sela pertemuan organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Beijing, Cina, Sabtu, 8 November 2014.

    Dalam setiap pertemuan, Rachmat menyampaikan semua kerja sama bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Indonesia. (Baca: Pasar Bebas Jadi Isu Utama KTT APEC)

    "Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan upaya kerja sama perdagangan baik secara nasional maupun internasional," kata Rachmat melalui siaran pers Kementerian Perdagangan kemarin.

    Semua bentuk kerja sama itu, kata Rachmat, harus membawa manfaat dan dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kerja sama itu, tambah Rachmat, juga harus saling menguntungkan kedua belah pihak, saling percaya, serta memberikan pengertian dan pemahaman.

    "Kami fokus membicarakan kerja sama peningkatan ekonomi dengan para mitra tersebut," kata Rachmat. (Baca: APEC Bentuk Jaringan Informasi AntiKorupsi)

    Menurut data Kementerian Perdagangan, volume perdagangan Indonesia dengan lima negara tersebut pada tahun lalu mencapai 25,82 persen dari total perdagangan migas dan nonmigas. Nilainya mencapai USD 54,51 miliar dengan nilai total ekspor nonmigas sebesar USD 26,84 miliar dan total impor nonmigas sebesar USD 27,67 miliar.

    KHAIRUL ANAM

    Baca berita lainnya:
    Nurul Arifin: Muntah Lihat Menteri Jokowi Blusukan
    Dukung Menteri Blusukan, Tweeps Bully Nurul Arifin
    PPP Pecat Lulung, Kubu Prabowo Bersatu Jegal Ahok
    Nurul Arifin Menyesal Tak Sebar Duit Saat Pemilu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?