Cara Menteri Sudirman Menghemat Anggaran Lembaga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO , Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said mengatakan akan menghemat anggaran lembaganya dengan sejumlah terobosan. Salah satunya adalah anggaran dinas luar kota dengan pesawat kelas ekonomi. 

    "Cara Bu Rini (Menteri BUMN) baik ditiru, mau menteri atau dirjen kalau terbang sebaiknya kelas ekonomi saja," kata Sudirman, Jumat, 7 November 2014. (Baca: Pemerintah Lanjutkan Penghematan Anggaran).

    Sudirman mengatakan saat menjadi bos PT Pindad dirinya selalu duduk di kelas ekonomi, jika terbang dalam kurun waktu tiga jam. Namun, jika menempuh penerbangan hingga belasan jam, terpaksa dia memilih kelas bisnis. "Apalagi jika untuk meeting, perjalanan belasan jam bisa digunakan untuk berisitirahat," ujarnya. 

    Menurut Sudirman, cara ini baik untuk disosialisasikan kepada seluruh kementerian. Sebab, selain menghemat anggaran secara internal, pejabat publik bisa lebih dekat dengan masyarakat. "Bisa langsung mendengar aspirasi," ujarnya. (Baca: Tim Jokowi Lakukan Simulasi Penghematan Anggaran).

    Pada Rabu, 5 November 2014, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno mengungkapkan rencananya untuk mengeluarkan surat edaran yang melarang direksi BUMN bepergian dengan pesawat kelas bisnis. Kebijakan tersebut dilakukan agar manajemen BUMN bisa lebih hemat dalam membelanjakan biaya perusahaan. 

    AYU PRIMA SANDI

    Berita Terpopuler
    Mendiang Manajer Cantik Ditemukan Nyaris Telanjang

    Yusril Ihza Kritik Tiga Kartu Jokowi

    Pengakuan Blakblakan Pembunuh Manajer Cantik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.