Pelabuhan Batu Bara Dibangun di Kalimantan Tengah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Firman Hidayat

    Tempo/Firman Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelabuhan baru akan dibangun khusus untuk mengangkut batu bara dari Kalimantan Tengah. Pelabuhan yang diberi nama Batanjung ini berada di sisi Sungai Barito. "Pembangunan pelabuhan di Kalimantan Tengah merupakan satu kesatuan dalam proyek rel kereta api Kalimantan Tengah," ujar Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) Deddy Priatna, Jumat, 7 November 2014.

    Dia mengatakan proyek pelabuhan baru tersebut sudah dalam tahap tender, namun pembangunan belum berjalan. "Saat ini belum tanda tangan kontrak karena jaminan dana pembangunan belum diberikan oleh Kementerian Keuangan," ujarnya.

    Deddy mengatakan kelangsungan pembangunan pelabuhan baru itu tergantung pada Presiden Joko Widodo. "Sekarang masih negoisasi antara konsorsium dan Gubenur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang," ujarnya.

    Pelabuhan Batanjung merupakan bagian dari jaringan rel kereta di Kalimantan Tengah sepanjang 480 kilometer yang dibangun bagi angkutan batu bara. Jaringan rel kereta ini nantinya melintas dari Kabupaten Murung Raya, yang merupakan sentra penghasil utama batu bara, kemudian ke Kabupaten Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, dan bermuara di Pelabuhan Batanjung, Kabupaten Kapuas, yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.

    Proyek pembangunan rel kereta pengangkut batu bara jalur Bangkuang-Puruk Cahu adalah salah satu bagian dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

    AMOS SIMANUNGKALIT

    Baca juga:
    Dokter Ragukan Pengakuan Kakek Bertelur
    Owa Jawa yang Dilepas Mengalami Kesulitan Pakan
    Perubahan Iklim Pengaruhi Sebaran Penyakit Menular
    Jokowi: Gerai Pameran RI Selalu Dekat Toilet


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.