Jokowi Ingin Alihkan Subsidi ke Sektor Produktif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menghadiri panen raya di Dusun Barang, Desa Barangpalie, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, 5 November 2014. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    Presiden Joko Widodo menghadiri panen raya di Dusun Barang, Desa Barangpalie, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, 5 November 2014. TEMPO/Kink Kusuma Rein

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintahannya ingin mengalihkan subsidi energi yang bersifat konsumtif menjadi hal-hal yang bersifat produktif. Ia mengatakan untuk tahun 2015 pemerintahan lalu telah menganggarkan Rp 430 triliun dana untuk subsidi energi. Sebesar Rp 330 triliun di antaranya dipakai sebagai subsisi bahan bakar minyak. (Baca:Jokowi: Kita Terjebak pada Pemborosan Subsidi BBM)

    "Subsidi BBM Rp 330-an triliun itu sangat besar sekali, bukan hanya besar. Inilah yang ingin kita alihkan dari konsumtif ke produktif," kata Presiden Joko Widodo dalam acara Kompas100 CEO Forum di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat, 7 November 2014. 

    Presiden mengatakan pengalihan subsidi itu akan diutamakan untuk sektor pertanian, infrastruktur, usaha kecil mikro, dan perikanan kelautan. Pada sektor pertanian, subsidi akan dialihkan untuk sawah, benih, serta pupuk untuk petani. Selain itu, juga untuk memperbaiki infrastruktur pendukung bagi petani berupa waduk dan irigasi. (Baca:PDIP Surakarta Protes Rencana Kenaikan Harga BBM)

    Joko Widodo mengatakan dalam lima tahun ke depan pemerintah akan membangun 25 hingga 30 waduk. Sebanyak sebelas waduk akan mulai dibangun pada 2015.

    Pertama, di awal tahun sekitar Januari hingga Februari, pemerintah akan mulai membangun enam waduk baru. Lalu akan dilanjutkan kembali enam waduk berikutnya di pertengahan tahun kisaran Juni dan Juli. (Baca:Alasan Jokowi Berani Naikkan Harga BBM)

    Menurut Presiden Joko Widodo, pembangunan waduk ini diperlukan karena masalah infrastruktur irigasi merupakan hal terbesar di bidang pertanian. "Bagaimana mau swasembada kalau irigasi rusak 52 persen?" kata dia.

    MAYA NAWANGWULAN

    Terpopuler:
    Kronologi Penembakan di Rumah Amien Rais
    Yusril Ihza Kritik Tiga Kartu Jokowi
    Mendiang Manajer Cantik Ditemukan Nyaris Telanjang
    Motif Pembunuhan Manajer Cantik di Bekasi

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.