BBM Belum Naik, Harga Sayur Sudah Meroket  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pedagang menata cabai rawit merah dagangannya di pasar senen, Jakarta, Senin (2/4). ANTARA/Zabur Karuru

    Pedagang menata cabai rawit merah dagangannya di pasar senen, Jakarta, Senin (2/4). ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO , Jakarta:Rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi, disikapi oleh pedagang dengan menaikkan harga bahan pokok termasuk sayuran. Di Pasar Kota Bogor, sejak sepekan terakhir harga sayur, seperti cabai dan bawang merah melonjak. (Baca : Tahun Depan, Inflasi Diprediksi 8-9 Persen)

    Semula harga bawang merah adalah Rp20 ribu per kilogram. Kini, pedagang mematok harga Rp25 ribu per kilogram. Adapun cabai merah, mengalami kenaikan cukup signifikan. Pada akhir Oktober, satu kilogram cabai dijual seharga Rp20 ribu. "Sudah empat hari ini harga cabai merah naik lebih 100 persen. Sekarang per kilogram Rp56 ribu," kata Nurdin, 46 tahun, pedagang sayur di Pasar TU Kota Bogor, Kamis, 6 November 2014. (Baca : PDIP Surakarta Protes Rencana Kenaikan Harga BBM)

    Nurdin mengatakan harga cabai merah besar dan cabai keriting setiap harinya naik di kisaran Rp 3.000 per kilogram. Selain karena rencana pemerintah mengurangi subsidi bahan bakar minyak, lonjakan harga dipengaruhi pula oleh banyaknya petani cabai yang gagal panen. "Cabai dan bawang dipasok dari Jawa Tengah dan Garut."

    Kepala Seksi Perdagangan Dinas Koperasi dan Perindustrian Perdagangan Kabupaten Bogor, Yatirun, membenarkan rencana kenaikan harga BBM mempengaruhi harga jual sejumlah komoditas barang pokok. "Setiap hari harga cabai dan bawang rata-rata Rp 3.000 per kilogram."

    Yatirun menjelaskan, kenaikan harga BBM secara otomatis akan menaikan semua harga barang, terutama di pasar-pasar tradisional. Sedangkan harga kebutuhan barang pokok lainnya, cenderung stabil. "Gula putih, minyak goreng, beras, dan telur sudah naik. Kenaikan rata-rata Rp 1.000-Rp 1.500 per kilogram."

    ARIHTA U. SURBAKTI

    Berita Terpopuler
    Gaya Ayang Jokowi Saat Belanja di Makassar
    Ayang Jokowi Kaget Kepergok Belanja di Makassar 
    Duit Raden Nuh Diduga Mengalir ke Wanita 
    Pidato Kocak Bupati Tegal 
    DPR Dituding Tak Bersih, Fadli Zon: Audit LSM-nya!
    Anak Ngetop, Menteri Susi: Ini Gara-gara Kalian!  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.