Kebutuhan Gula Rafinasi Tahun Depan Mulai Dihitung  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rachmat Gobel. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Rachmat Gobel. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memperbarui data kebutuhan gula rafinasi untuk 2015. Hasil perhitungan diperkirakan selesai pertengahan November tahun ini. "Kebutuhan gula rafinasi tumbuh terus. Tahun 2014, kebutuhan gula rafinasi yang kami hitung adalah 2,8 juta ton," kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto di Kementerian Perindustrian, Rabu, 5 November 2014. (Baca: Impor Gula Rafinasi Segera Dibuka Lagi)

    Menurut Panggah, angka 2,8 juta ton untuk 2014 didasarkan pada kebutuhan tahun 2013 sebesar 2,7 juta ton. Dengan tingkat pertumbuhan 7 persen per tahun, maka didapat angka kebutuhan untuk 2014. Angka tersebut kemudian dijadikan dasar untuk kuota impor 2,8 juta ton raw sugar, bukan gula rafinasi. Padahal perhitungan raw sugar ke gula rafinasi harus terlebih dulu dilakukan konversi.

    Panggah mencontohkan, dalam 100 kilogram raw sugar, yang akan jadi gula rafinasi sekitar 94 kilogram. "Karena dalam prosesnya pasti akan mengalami pengurangan, misalnya menetes," katanya. (Baca: Rugi, RNI Ingin Bangun Pabrik Gula Rafinasi)

    Terkait dengan permasalahan gula ini, Menteri Perindustrian Saleh Husin melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel serta asosiasi gula rafinasi. Pertemuan dilakukan di kantor Kementerian Perindustrian, Rabu siang, 5 November 2014.

    Menurut Gobel, pertemuan itu merupakan pertemuan awal untuk membicarakan permasalahan gula nasional. "Setelah ini kami juga akan menerima para petani yang juga sudah minta waktu. Nanti, setelah semua pertemuan, semua keluhan akan kami bahas melibatkan kementerian terkait," ujarnya. (Baca: PT RNI Akan Tutup Dua Pabrik Gula di Cirebon)

    Kementerian yang dimaksud adalah Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN, serta Kementerian Kehutanan. "Supaya bagaimana swasembada gula itu bisa dicapai dalam waktu tiga tahun, dan industrinya juga bisa kami kembangkan dan perdagangan gula bisa kami atur," kata Gobel.

    AMIRULLAH


    Berita Terpopuler
    Dukung Persib Vs Arema, Ridwan Kamil Buka Baju 
    Tiga Perilaku Aneh Pembunuh Dua TKI Indonesia
    Pakar Ungkap Cara Polisi Telisik Akun @TM2000Back 
    Usir Pesawat Asing, Berapa Biaya Operasional Sukhoi? 
    Sumarti Kirim Rp 180 Juta ke Ibu Sebelum Dibunuh

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.