Lulusan SMK Mendominasi Jumlah Pengangguran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pejabat baru Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin membaca sumpah jabatan saat acara Pelantikan Kepala BPS di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (21/2). TEMPO/Subekti

    Pejabat baru Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin membaca sumpah jabatan saat acara Pelantikan Kepala BPS di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (21/2). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah tenaga kerja Indonesia per Agustus 2014 mencapai 182,99 juta orang. Dari jumlah itu, 7,24 juta orang di antaranya berstatus pengangguran terbuka. Kepala Badan Pusat Stastistik Suryamin menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka paling banyak adalah lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), diploma, dan universitas.

    Jumlah pengangguran lulusan SMK adalah 11,24 persen dari total jumlah pengangguran. Pengangguran lulusan SMK ini naik tipis dibandingkan Agustus 2013 yang mencapai 11,21 persen. Jumlah lulusan SMK yang menganggur ini persentasenya lebih besar dibanding persentase lulusan SMA biasa yang mencapai 9,55 persen.

    "Ini merupakan informasi bagi pemerintah, agar bisa dilihat link and match-nya," kata Suryamin pada wartawan di kantornya, Rabu, 5 November 2014. (Baca juga: Mulai 2015, Lulusan SMK Sudah Tersertifikasi)

    Sedangkan penggangguran bertitel diploma jumlahnya 6,14 persen dari total pengangguran, naik dari Agustus 2013 5,95 persen. Begitu juga pengangguran bergelar sarjana mencapai 5,65 persen dari total pengangguran, naik dari Agustus 2013 sebesar 5,39 persen.

    Selain itu, pengangguran lulusan SD ke bawah hanya sebesar 3,04 persen. Terus menurun dibandingkan Agustus 2013 yang sebesar 3,44 persen. Pengangguran lulusan SMP sebanyak 7,15 persen atau turun dari periode sebelumnya 7,59 persen.

    PINGIT ARIA

    Terpopuler
    Dukung Persib Vs Arema, Ridwan Kamil Buka Baju
    KPK Endus Modus Baru Koruptor, Apa Saja?
    Tiga Perilaku Aneh Pembunuh Dua TKI Indonesia
    Pakar Ungkap Cara Polisi Telisik Akun @TM2000Back
    Usir Pesawat Asing, Berapa Biaya Operasional Sukhoi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.