Di Pertamina, Menteri Sudirman Pernah Atur Kursi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengunjungi kantor PT Pertamina (Persero) di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 5 November 2014. Sudirman datang ke bekas kantornya itu untuk memberikan sambutan dalam acara Annual Pertamina Quality Award.

    Saat memulai pidatonya, pria yang mengenakan batik lengan panjang warna cokelat tua itu mengaku senang bisa datang ke kantor Pertamina. "Pulang kampung selalu enak," katanya, yang kemudian disambut tepuk tangan seluruh pejabat dan karyawan Pertamina. (Baca: Copot Dirjen Migas, Menteri Sudirman Dinilai Tepat)

    Sudirman pernah bekerja di Pertamina pada 2009. Saat itu pegiat antikorupsi ini menduduki jabatan Sekretaris Perusahaan dan Staf Ahli Wakil Direktur Utama Pertamina.

    Sudirman pun bercerita, satu hal yang paling diingatnya adalah upayanya dalam mengubah budaya kerja di Pertamina melalui hal-hal kecil. Saat itu Sudirman menggeser kursi pejabat dalam acara-acara besar menjadi lebih longgar. "Tujuannya, agar ada keterikatan antara pemimpin dan para staf," ujarnya.

    Menurut Sudirman, inovasi semacam itu harus sering dilakukan oleh perusahaan besar semacam Pertamina. Sebab, tanpa inovasi, tidak akan ada kemajuan dan terobosan bagi perusahaan. (Baca: Pesan CT: Investasi Sektor Migas Harus Jujur)

    AYU PRIMA SANDI

    Berita Terpopuler
    Kata Jokowi, Informasi BIN Sering Meleset 
    Mahfud Md. Pernah Bertemu Pengelola @TrioMacan2000
    Dukung Persib Vs Arema, Ridwan Kamil Buka Baju  

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.