Naiknya Harga BBM Pertimbangkan Harga Minyak Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan penurunan harga minyak dunia akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. "Itu pertimbangan utama kami melihat harga keekonomian. Karena harga ekonomi diturunkan dari harga internasional," kata dia di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Senin, 3 November 2014.

    Menteri Bambang enggan menyebutkan apakah penurunan harga minyak dunia akan membuat kenaikan harga BBM berada di bawah Rp 3.000 per liter. "Ya, tidak usah berspekulasi," kata dia. (Baca juga: Harga BBM Pasti Naik, Ini Alasan Menteri Sofyan)

    Penurunan harga minyak dunia, ujar Bambang, ditilik berdasarkan berbagai pendapat di kalangan internasional masih belum dapat dipastikan. Ia menuturkan masih ada beberapa pendapat yang mengatakan penurunan ini hanya bersifat sementara dan harga minyak akan naik lagi menjelang musim dingin. (Baca juga: Jokowi: Peluncuran KIP-KIS untuk Jaga Daya Beli)

    Pendapat lain menyatakan penurunan harga minyak dunia akan berlangsung lama. "Itu perkiraan. Yang paling penting pada 2015 kami harus memastikan sistem subsidi tidak tersandera oleh volatilitas harga minyak dan kurs. Sekarang kami bereskan dulu selisih harga keekonomian dengan harga jual di pasar," ucapnya.

    MAYA NAWANGWULAN

    Terpopuler
    Anak Menteri Susi Balas Cuitan Putra Jokowi
    Ahok Pernah Diperas oleh @TrioMacan2000
    Nadine Kaiser Bangga dengan Menteri Susi
    Kata Anak Menteri Susi Soal Akun Palsu di Twitter
    Proyek Jembatan Selat Sunda Dihentikan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.