Harga BBM Pasti Naik, Ini Alasan Menteri Sofyan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sofyan Djalil. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sofyan Djalil. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta: Pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak dalam waktu dekat. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil, kenaikan harga BBM tepat dilakukan saat ini karena laju inflasi secara tahun kalender (year to date) sebesar 4,19 persen masih rendah. "Ya tentu (tepat), kenaikan BBM bukan dilakukan hari ini," ujar dia di kantornya, Senin, 3 November 2014. (Baca: Misteri Harga BBM, JK: Pokoknya Naik Bulan Ini)

    Perlambatan ekonomi yang terjadi di kuartal terakhir tahun ini, tidak mengubah pendirian pemerintah untuk menaikkan harga minyak. Untuk itu pemerintah telah meluncurkan sejumlah program jaring sosial seperti peluncuran Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi masyarakat kurang mampu. (Baca: Jokowi: Peluncuran KIP-KIS untuk Jaga Daya Beli)

    Saat ditanya mengenai besarnya dana kompensasi yang akan diberikan bagi warga tidak mampu, Sofyan hanya mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkannya. Namun ia tak merinci dana yang akan dibagikan. "Soal besarannya belum mengerti, pengalihan subsidi pasti, cuma kapan (kenaikan) belum diputuskan kan," katanya. (Baca: Warga Daerah Ini Mulai Timbun BBM Bersubsidi)

    Pengaktifan ketiga kartu tersebut akan diberlakukan serentak mulai 7 November 2014. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa kenaikan harga BBM akan dilakukan sehari sebelumnya.

    Menanggapi hal itu, Sofyan langsung membantahnya. "Intinya sebelum akhir tahun, lihat saja nanti pengumumannya," ujar dia.

    Pemerintah sedang menyiapkan agar semua bantuan sosial yang akan diberikan bagi masyarakat disalurkan resmi melalui kartu yang telah dibagikan. "Itu bagian dari pemerintah mengalihkan subsidi yang tidak produktif ke sektor produktif," ujarnya.

    Presiden Joko Widodo meluncurkan tiga kartu jaminan sosial itu pada Senin, 3 November 2014. Ke depannya pemerintah telah menyiapkan agar seluruh bantuan akan disalurkan melalui kartu, bukan uang tunai.

    JAYADI SUPRIADIN

    Berita terpopuler:
    Ini Fasilitas Kamar Kos Raden Nuh
    @TrioMacan2000 Mengaku Tahu Korupsi Ahok
    Raden Nuh Ditangkap, Asatunews Tak Update Berita
    Kata ICW Soal Calon Jaksa Agung Widyo Pramono
    Tjahjo Kumolo: Paling Enak Jadi Anggota DPR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.