Pengusaha Rental Mobil Tertarik Gunakan Esemka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Solo, FX Hadirudyatmo dan sejumlah pejabat menghadiri acara Peluncuran Mobnas Esemka di Solo Technopark, Solo, Jateng, (10/11). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Walikota Solo, FX Hadirudyatmo dan sejumlah pejabat menghadiri acara Peluncuran Mobnas Esemka di Solo Technopark, Solo, Jateng, (10/11). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Surakarta - Pengusaha persewaan mobil di Surakarta mulai menjajaki kemungkinan menggunakan mobil produksi Indonesia untuk kegiatan bisnis mereka. Ketua Asosiasi Rental Mobil Solo Raya (Aremso) Samrodin mengutarakan minatnya memakai mobil Esemka Rajawali buatan PT Solo Manufaktur Kreasi. (Baca juga: Jokowi Kembali Bicara Soal Mobil Esemka)

    Dia mengaku sudah menjajal Esemka Rajawali pada 30 Oktober lalu. Menurut dia, secara umum, Esemka Rajawali tidak kalah dibanding produk lain di pasaran. "Kami tertarik memakai Esemka Rajawali untuk persewaan mobil," ucapnya kepada Tempo, Ahad, 2 November 2014.

    Ia menilai, dari segi kenyamanan, Esemka sudah memuaskan. Kinerja mesin sudah bagus dan modelnya tidak ketinggalan zaman. "Modelnya seperti mobil terbaru SUV (sport utility vehicle) saat ini," katanya. Interiornya pun tidak mengecewakan dan pendingin udara bekerja dengan baik. (Baca juga: Mobil Esemka Generasi Terbaru Segera Meluncur)

    Menurut dia, kekurangan Esemka Rajawali hanya ada pada setir yang masih berat. Dia menilai perlu ada perbaikan di sistem power steering. "Mungkin setelannya kurang pas," ucapnya.

    Dari segi harga, dia menilai harga Esemka Rajawali bersaing dengan produk lain di pasaran. Dengan harga Rp 180 juta, dia mengatakan, Esemka Rajawali tidak jauh beda dengan produk SUV lainnya.

    Namun, dia melanjutkan, dari segi ketebalan pelat baja bodi, Esemka Rajawali punya ketebalan 1,2 milimeter sedangkan produk lain maksimal 0,8 milimeter. "Kami meminta produsen untuk presentasi di depan anggota (Aremso). Jika memang menarik, kami akan memesan," katanya. Dalam presentasi, dia juga akan meminta kepastian layanan pasca-penjualan, yaitu perihal ketersediaan suku cadang dan lokasi servis kendaraan.

    Juru bicara PT Solo Manufaktur Kreasi, Sabar Budi, menegaskan, tidak ada kendala dalam produksi. Setelah konsumen memesan, mobil akan siap diterima maksimal dua bulan kemudian. "Kami memang tidak seperti produsen lain yang sedia stok. Konsumen pesan dulu, baru kami produksi," ucapnya.

    Titik produksi tidak hanya di Surakarta. Perusahaannya punya mitra kerja di Wonogiri, Klaten, Magelang, Pati, juga Semarang. Tiap titik produksi mampu memproduksi 20 mobil per bulan.  "Untuk layanan pascajual, justru kami ingin menggandeng Aremso. Sebab mereka punya bengkel yang mendukung bisnis rental mobil," katanya. Dia berharap bisa membuka bengkel bersama bengkel milik anggota Aremso. Sedangkan ihwal suku cadang, dia menjamin tidak ada masalah.

    Produk yang ditawarkan ke pengusaha persewaan mobil adalah Esemka Rajawali generasi II produksi 2014. Mobil jenis SUV ini sudah terjual sebelas unit sepanjang tahun ini.  Dia meyatakan harga Esemka Rajawali tidak terpaut jauh dengan produk sejenis di pasaran. Namun, dia melanjutkan, Esemka Rajawali punya sejumlah keunggulan, seperti kualitas bodi lebih bagus dan perangkat keselamatan sudah memenuhi standar.

    UKKY PRIMARTANTYO



    Terpopuler
    Begini Pesan Jokowi pada Penghinanya
    Temui Jokowi, Ibu Arsyad Diberi Amplop Duit
    Putri Menteri Susi Lulusan Sekolah Penerbangan AS
    Cerita Mantan Suami Menteri Susi Kepincut Susi
    Pejabat Kemenkes Satu Pesawat dengan Terduga Ebola


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarif Baru Ojek Online di Tiap Zonasi yang Berlaku 18 Juni 2019

    Kementerian Perhubungan telah menetapkan tarif baru ojek online berdasarkan pembagian zona. Kemehub mengefektifkan regulasi itu pada 18 Juni 2019.